Abu Vulkanik Jangkau Langkat-Tebing Tinggi, Status Gunung Sinabung Siaga III

indopos.co.id – Abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Tanah Karo, menjangkau Kota Tebing Tinggi, terbawa hembusan angin. Sejak pukul 13.30 WIB, Kota Tebing Tinggi mulai ditutupi debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung.

Menyusul tebalnya debu vulkanik itu, jarak pandang jalanan Kota Tebing Tinggi sangat terbatas. Karena itu, para pengendera mobil dan sepeda motor ekstra hati-hati. Selain jarak pandang terbatas para pengendera juga harus menggunakan masker.

”Tadi saya sedang di dalam rumah makan belum apa-apa, tetapi begitu keluar sepeda motor udah penuh diselimuti debu,” aku Angga, salah seorang warga Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut), Senin (10/8).

Akibat debu vulkanik itu, kendaraan di pelataran parkir terbuka, tertutup debu dengan ketebalan satu milimeter (mm). Seperti di halaman kantor Walikota Tebing Tinggi dan perkantoran lain.

Selain itu, hujan abu vulkanik letusan Gunung Sinabung juga sampai di Kabupaten Langkat, Sumut. ”Ada dua kali letusan Gunung Sinabung. Pukul 10.00 WIB dan pukul 12.00 WIB, dan abunya sampai ke desa kami,” tukas Kepala Desa Telagah, Sei Bingai Suranta Sitepu.

Suranta mengaku sudah meminta warga waspada. Tetap menggunakan masker. Semburan abu vulkanik itu dapat mengganggu pernapasan. ”Kami bersama warga terus mengamati perkembangan terkini letusan Gunung Sinabung. Sebab, khawatir karena abunya sudah sampai di daerah kita,” ucapnya.

Sebelumnya, Gunung Sinabung Kabupaten Karo, Sumut pada pukul 10.16 WIB meletus. Gunung Sinabung memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi kolom kurang lebih 5.000 meter di atas puncak. Itu setara atau kurang lebih 7.460 meter di atas permukaan laut.

Pos Pengamatan Gunung Sinabung Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunung Sinabung menyebut kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

Saat ini, Gunung Sinabung berada pada Status Tingkat III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat, pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas pada desa-desa sudah direlokasi, dan lokasi pada radius radial 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Sinabung. Lalu, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Kalau terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah. Itu penting untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Warga juga diminta mengamankan sarana air bersih, dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat atau tebal agar tidak roboh.

Selain itu, masyarakat berada dan bermukim di dekat sungai-sungai berhulu di Gunung Sinabung tetap waspada terhadap bahaya banjir lahar panas dan dingin. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.