Alexa Metrics

Ditlantas Polda DIY Sosialisasi ETLE, Di era COVID-19 Kedepankan Refresif Non-Yustisial

Ditlantas Polda DIY Sosialisasi ETLE, Di era COVID-19 Kedepankan Refresif Non-Yustisial Dirlantas Polda DIY Kombes I Made Agus Prasatya melakukan sosialisasi Sistem Penegakan Hukum Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Yogyakarta. Foto: Polri

indopos.co.id – Polda DI Yogyakarta menerapkan Sistem Penegakan Hukum Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang merupakan sistem penegakan  hukum di bidang lalu lintas (lantas) yang berbasis teknologi informasi dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis (Automatic Number Plate Recognition).

Pada Rabu (12/8/2020) bertempat dititik 0 Yogyakarta, Ditlantas Polda DIY mulai mensosialisasikan ETLE kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan karena Lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan dan sebagai refleksi budaya bangsa, sehingga terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di Yogyakarta.

Dirlantas Polda DIY Kombes I Made Agus Prasatya menegaskan, penindakan pelanggar lalu lintas melalui kamera ETLE diera COVID-19 masih bersifat Represif Non-Yustisiil, yaitu penegakan hukum yang sifatnya teguran dan peringatan kepada para pengemudi yang berdasarkan rekam jejak electronic tercapture melakukan pelanggaran lalu lintas

Dikatakan dia, melalui kamera ETLE yang ditempatkan di beberapa titik ruas jalan raya, segala bentuk pelanggar lalin di antaranya pengendara motor tidak menggunakan helm, menerobos traffic light, melanggar marka jalan, menggunakan handphone saat menyetir kendaraan, tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran batas kecepatan dapat terdeteksi CCTV dan langsung terkoneksi dengan petugas yang berada di back office RTMC Ditlantas Polda DIY.

Untuk pelanggaran lalu lintas yang tercapture kamera ETLE, selanjutnya, petugas akan melakukan verifikasi kendaraan bermotor di database ERI atau Electronic Registration and Identification. Surat konfirmasi tersebut kemudian akan dikirim melalui layanan pos atau email sesuai data nama pemilik nomor kendaraan pelanggar lalu lintas.

“Pada surat konfirmasi akan tertera bukti Elektronik jenis pelanggaran lengkap dengan foto, tanggal dan waktunya” kata Kombes Pol Made Agus.

Selain itu pada surat konfirmasi terdapat kode barcode yang dapat diakses melalui website www.etle-diy.info dengan nomor telepone pengaduan 08122999980.

“Jika pelanggar tidak segera membayar denda tilang dalam kurun waktu selama 15 hari dari diterimanya surat konfirmasi, maka STNK kendaraannya akan terblokir dan tidak bisa diperpanjang. STNK akan kembali aktif, setelah pelanggar membayar denda tilang. Denda yang dibayarkan sesuai jenis pelanggaran yang diatur Undang-Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelasnya.

“Tapi di era Pandemi COVID-19 ini ETLE yang diterapkan berupa pengiriman surat konfirmasi ke alamat sesuai database Ranmor yang sifatnya peringatan atau teguran,” ujarnya.

Untuk DI Yogyakarta, tahap awal kamera ETLE dipasang di empat titik, yaitu di Maguwo Sleman, Ketandan Bantul, Ngabean Kota Yogyakarta, dan Wates Kulonprogo. (mdo)



Apa Pendapatmu?