Alexa Metrics

BPP KostraTani di Kalsel Siap Input Data ke AWR

BPP KostraTani di Kalsel Siap Input Data ke AWR PROGRAM-Kegiatan Bimtek Input data BPP KostraTani ke AWR Kementan dipimpin Kasubbid Kelembagaan Petani Pusluhtan BPPSDMP Dwi Hayanti (kanan). Foto: Pusluhtan

indopos.co.id – Penyuluh adalah sumber data paling akurat di sektor pertanian. Penyuluh mengetahui realita lapangan dari dusun, desa hingga kecamatan. Indonesia sangat luas, maka perlu teknologi informasi (IT) untuk menembus ruang dan waktu. Kemajuan IT pula yang mampu menghapus sekat pusat dan daerah.

“Kekuatan sekaligus tantangan tersebut hanya dapat diatasi melalui penguatan BPP dengan IT agar terhubung ke AWR (Agriculture War Room) di Jakarta, kantor pusat Kementan,” kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang dikutip Kasubbid Kelembagaan Petani, Pusluhtan Dwi Hayanti di Rantau, Rabu (12/8/2020) saat mengkuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Input Data yang diikuti para koordinator dan Admin dari BPP di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dwi Hayanti mengutip arahan Kepala BPPSDMP Dedi tentang program utama Kementerian Pertanian (Kementan) RI adalah transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) sebagai upaya pemberdayaan BPP agar selaras kemajuan industrialisasi 4.0 seperti diinstruksikan Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo.

”Kontribusi terhadap peningkatan produktivitas ada tiga. Pertama, sarana, prasarana seperti irigasi kombinasi dengan inovasi teknologi. Peningkatannya sekitar 25 persen,” kata Dedi saat peluncuran Gerakan KostraTani di Sukabumi, Jabar pada Selasa (11/8/2020).

Peningkatan produktivitas bisa ditempuh dengan regulasi melalui peraturan presiden hingga menteri, gubernur dan bupati, kontribusinya juga sekitar 25 persen. Ternyata, pengungkit terbesar adalah SDM pertanian hingga 50 persen.

Bimtek digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, khususnya Pusat Pelatihan Pertanian (Pusluhtan) menyasar lima provinsi antara lain Sumatera Barat (Sumbar), Lampung, Jawa Barat (Jabar), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kapusluh Leli Nuryati menginstruksikan untuk pekan ini, Pusluhtan fokus tiga provinsi. Tim untuk Bimtek di Sumbar dipimpin Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan, Pusluhtan I Wayan Ediana, sedangkan Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan Septalina Pradini memimpin Bimtek di Lampung.

Dwi Hayanti menambahkan bahwa Mentan Syahrul memutuskan fokus membangun kekuatan SDM sejalan kebijakan Presiden Joko Widodo, output-nya berdampak meningkatkan produksi pangan. Caranya, tingkatkan kemampuan petani dan penyuluh melalui KostraTani.

“Negara harus hadir di tengah petani melalui pelayanan yang optimal. Kita perkuat tugas, fungsi dan peran BPP di tingkat kecamatan,” kata Mentan dikutip Dwi Hayanti.

Menurutnya, data merupakan persoalan mendasar untuk mengatur langkah, program dan kebijakan pertanian, maka diperlukan sinergi mulai dari kepala desa/lurah hingga camat, bupati dan gubernur untuk mendapatkan data pertanian yang akurat.

“Sajikan data akurat mungkin. Data berperan penting bagi pembangunan pertanian. Kalau ada kekurangan, kita perbaiki. Kalau berhasil, kita tingkatkan kualitasnya. Tujuannya hanya satu, kesejahteraan petani. Bila petani sejahtera, keamanan pangan akan terjaga,” kata Dwi Hayanti seraya menyampaikan salam Kapusluh Leli Nuryati kepada para Admin IT BPP di Kalsel.

Ke depan melalui AWR, penyuluh BPP KostraTani diminta melaporkan kegiatan lapangan secara online ke website http://laporanutama.pertanian.go.id. tentang Laporan pertanaman padi, jagung dan kedelai disingkat Pajale.

“Kegiatan input data seminggu sekali. Tiap Jumat pagi, sebagai akumulasi kegiatan dalam satu minggu. Jangan jumlahkan menjadi data per minggu, karena secara sistem akan menjumlah sendiri,” pungkasnya. (mdo/cok)



Apa Pendapatmu?