Alexa Metrics

75 Tahun Indonesia Merdeka : ‘Rajawali’ Pemersatu Bangsa

75 Tahun Indonesia Merdeka : ‘Rajawali’ Pemersatu Bangsa HUT RI-Filosofi burung Rajawali bagi Kakorlantas Irjen Pol Drs Istiono MH

indopos.co.id-Rajawali adalah merupakan burung yang memiliki kelebihan sifat yang peka, namun tenang membaca situasi, tidak banyak ‘bicara’, punya penglihatan tajam, pandai dalam strategi dan taktik, kokoh dan kuat. Kehidupan awal rajawali yang selalu terbang tinggi tak pernah mudah. Intinya, rajawali mengajari kita tentang bagaimana menjadi pribadi yang bisa ‘terbang tinggi’ menggapai impian.

Berangkat dari filosofi burung Rajawali, Kakorlantas Irjen Pol Drs Istiono MH ketika menjabat Kapolda Bangka Belitung (Babel) mencermati dinamika yang berkembang di masyarakat menjelang pesta demokrasi pemilihan Presiden, kemungkinan timbulnya perpecahan, maka untuk merangkul semua kalangan digagaslah simbul pemersatu ‘RAJAWALI’. Makna Rajawali ini adalah, RA-wat keberagaman, JA-ga persatuan dan kesatuan, ka-WAL kemerdekaan dan pembangunan serta I-ndahnya kebersamaan. Membaca situasi menjelang pilpres, sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat pihaknya tertantang bagaimana bisa meredam dan mendamaikan situasi yang memanas saat itu.

Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang. Perbedaan dapat terlihat dari suku bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial budaya dan ekonomi. Keberagaman suku yang ada di Indonesia harus dimaknai sebagai kekayaan yang harus dirawat dan dijaga bersama-sama. Keberagaman suku apabila dipandang positif maka akan menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Menurut Irjen Pol Istiono, persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting bagi bangsa Indonesia. Hal itu karena dengan persatuan dan kesatuan, bangsa Indonesia yang majemuk akan menjadi kokoh dan kuat. Indonesia adalah negara kesatuan terbentuk dari unsur satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Indonesia merupakan negara yang beragam mulai dari suku, agama, etnis, budaya dan termasuk negara yang majemuk. “Sebagai negara yang beragam, tentu Indonesia rentan dengan perpecahan. Persatuan dan kesatuan menjadi kunci dan senjata paling ampuh bagi bangsa Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan keberagaman,” ujarnya.

Mantan Kapolda Babel 2018-2019 ini berharap peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75 bisa dijadikan momentum mawas diri untuk kemudian memperbaiki kualitas segenap bangsa. Hari kemerdekaan masih dibayangi dengan keprihatinan kita bersama terkait adanya Pandemi COVID-19 yang belum juga menunjukkan tanda-tanda kapan akan berakhir. ”Di tengah keprihatinan kita bersama ini, masalah pembangunan manusia masih cukup memprihatinkan,” tandasnya.

Memperbaiki kualitas dan daya saing sumberdaya manusia (SDM) bangsa merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Perlu terobosan dalam pembangunan manusia agar bisa membuahkan produktivitas yang tinggi serta meningkatnya nilai tambah lokal. Saatnya kerja yang cerdas dan berkualitas. ”Kita membutuhkan bermacam inovasi sebagai solusinya.

Kemerdekaan Indonesia pada prinsipnya menjadi spirit yang hebat untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan keadilan sosial. Memasuki usia 75 tahun bangsa ini, rakyat menuntut adanya kepemimpinan yang mampu menjadi navigator untuk mengatasi masalah sosial, ketimpangan ekonomi dan produktivitas yang terus merosot. Navigator itu juga harus mampu mewujudkan Indonesia yang inovatif, tangguh dan berdaya saing,” katanya.

Menjalin kebersamaan di tengah keberagaman budaya Indonesia, lanjut Irjen Pol Istiono, hal terpenting yang harus dilakukan. Ini mengingat Indonesia merupakan negara terkenal dengan keberagaman ras, suku, agama, dan budaya. Orang yang berbeda budaya maupun ras bisa saling hidup berdampingan satu sama lain. Bahkan, indahnya kebersamaan di tanah air ini mendapat banyak pujian dari negara lain.

“Bhinneka Tunggal Ika menjadi bukti bahwa negara kita memang menghargai perbedaan sejak dulu. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Terbukti, sampai saat ini kita bisa hidup berdampingan,” ujarnya.

Terlepas dari indahnya keberagaman ternyata masih ada beberapa masalah yang berkaitan dengan keberagaman budaya. ”Terkadang kita sulit bertoleransi pada budaya atau kepercayaan orang lain. Bahkan, tanpa disadari sikap kita justru menyakiti orang lain. Akibatnya bisa menimbulkan permusuhan dan perpecahan. Jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, bukan tidak mungkin akan terus menerus timbul perpecahan. Di sinilah pentingnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman,” jelasnya.

Indahnya kebersamaan bisa membuat setiap rakyat bisa hidup damai meskipun memiliki banyak perbedaan. “Kuncinya, menjaga kebersamaan dan toleransi hal terpenting yang harus kita lakukan,” tegas Irjen Pol Istiono. (mdo)



Apa Pendapatmu?