Alexa Metrics

Sekolah Boleh Kurangi Mata Pelajaran, Kemendikbud Siapkan Kurikulum Darurat

Sekolah Boleh Kurangi Mata Pelajaran, Kemendikbud Siapkan Kurikulum Darurat

Indopos.co.id – Pemerintah menerapkan kurikulum darurat pada masa pandemi Covid-19. Pemerintah daerah dan sekolah harus mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan. Yang berbeda dari kurikulum darurat ini, sekolah boleh mengurangi mata pelajaran (matpel) yang diberikan untuk siswa.

Menurut Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbang- buk), Kemdikbud Totok Suprayitno mengatakan, berdasarkan Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 4/ 2020 telah disebutkan bahwa penuntasan kurikulum tidak diwajibkan.

“Beberapa sekolah yang sebenarnya sudah mengim- plementasikan kurikulum mandiri melalui pengurangan dan hanya mengambil materi yang esensial. Inilah yang kami lakukan dalam kurikulum khusus ini. Namun ini bukan paksaan melainkan pilihan. Jadi ada tiga pilihan yang bisa diambil yaitu mengikuti kurikulum biasa atau kurikulum khu- sus atau kurikulum mandiri,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko hilangnya pengalaman be- lajar, menurut Totok, Kem dikbud meluncurkan modul. “Modul ini disiapkan bagi peserta didik, pendidik dan orang tua, agar masing- masing memiliki acuan terutama bagi para orang tua. Agar mereka tidak mengalami kebingungan dalam mendampingi anak-anak mereka,” terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan yang terdapat di dalam modul merupakan kegiatan sehari-hari seperti memasak atau berkebun. Totok mempersilakan orang tua untuk mengembangkan kegiatan ber- dasarkan keseharian yang terinspirasi dari modul tersebut.

Para pendidik, lanjut Totok, perlu melakukan asesmen diagnostik terhadap setiap peserta didik karena capa- ian setiap anak berbeda. “Ada anak yang mengalami kesulitan konektivitas, tidak didampingi orang tua, perbe- daan status sosial, dan sebagainya. Oleh karena itu ada risiko anak itu tertinggal. Instrumen asesmen sudah kami sediakan tetapi jika guru mau membuat instrumen sendiri, kami persilakan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat Debby Kurniawan mengatakan, kurikulum darurat dalam pembelaja- ran jarak jauh (PJJ) memang dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19. “Pandemi belum akan berakhir. Kurikulum darurat bisa jadi alternatif, tapi harus ada target dan fokus pada tujuan pendidikan nasional. Harus diingat jangan memberatkan siswa dan guru,” ujarnya kepada INDOPOS, Selasa (11/8).

Ia mengingatkan, pentingnya penilaian akhir peserta didik. Oleh karena itu kurikulum darurat tidak semes- tinya memangkas komponen pada kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) peserta didik. “Pembuatan penilaian akhir terhadap siswa harus lebih fleksibel.

Dan ada kebebasan bagi sekolah dan guru dalam memberikan penilaian ke- pada siswa,” katanya.

Merespon kondisi yang ti- dak normal pada masa tran- sisi, menurut Debby, dibu- tuhkan kreativitas para guru. Sehingga pembelajaran jarak jauh menjadi menyenangkan. Dan memastikan pembentukan karakter siswa. “Situasi yang darurat ini, kurikulum harus memastikan siswa memiliki kompetensi dasar. Dan harus dijadikan sebagai awal Kemdikbud melakukan eval- uasi karut marutnya sistem pendidikan nasional kita,” ungkapnya. (nas)



Apa Pendapatmu?