Alexa Metrics

Pengungsi Butuh Makan dan Selimut, 462 Warga Bolapapu Setuju Direlokasi

Pengungsi Butuh Makan dan Selimut, 462 Warga Bolapapu Setuju Direlokasi Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah) diterjang banjir bandang pada Sabtu (8/8-2020). (Foto Antara/Anas Masa)

indopos.co.id-Penyintas bencana banjir bandang Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) butuh uluran tangan. Bantuan pangan dan pakaian sangat mendesak. Itu penting untuk meringankan beban setelah ditimpa bencana tersebut.

”Banjir bandang menerjang Desa Bolapapu masih menyisakan luka mendalam bagi korban,” tutur anggota tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) ACT Sulteng Afandi, di Sigi, Selasa (11/8).

Berdasar data sementara, banjir bandang menyeret tiga unit rumah, meng- akibatkan warga kehilangan tem- pat tinggal. Kemudian setidaknya 12 rumah lainnya hancur berantakan. Tercatat 462 orang warga terpaksa mengungsi. ”Saat ini, pengungsi tersebar di rumah-rumah kerabat. Tidak ada satu pun mendirikan kamp pengungsian,” imbuh Afandi.

Saat ini, sejumlah korban butuh bantuan pangan, khususnya korban dengan rumah hanyut dan rusak berat. Pascabanjir akses darat untuk masuk wilayah itu, terputus. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi mulai membuka akses darat sehingga kendaraan roda empat bisa melintasi jalan di kawasan itu.

”Kami berharap para dermawan menyi- sihkan sedikit rezeki untuk korban banjir Kulawi,” harapnya. Sementara Camat Kulawi, Sigi, Sulteng, Rolly mengakut pengungsi korban banjir bandang sangat butuh pasokan air bersih dan selimut karena cuaca pascabanjir masih ekstrem. Bantuan itu untuk beberapa hari ke depan.

Banjir telah merusak permukiman penduduk. Untungnya, sebelum banjir menerjang per- mukiman, warga sudah mengungsi ke tempat aman. Selama ini, Desa Bolapapu merupakan permukiman padat penduduk rawan banjir dan longsor. Karena itu, butuh solusi un- tuk keamanan, kenyaman, dan keselamatan masyarakat.

Korban bencana banjir bandang siap untuk direlokasi. Sebab lokasi permukiman lama sering dilanda bencana alam. Hanya, untuk pindah ke lokasi baru tidak semudah membalik tangan. Butuh waktu cukup lama. Berdasar hasil pertemuan, pengungsi akan dipindahkan ke tempat aman. ”Jadi, semua sudah sepakat direlokasi,” tegas Rolly.

Permukiman penduduk dua dusa di Desa Bolapapu sudah tidak aman dari bencana banjir bandang. Setiap kali bencana ban- jir bandang, permukiman penduduk selalu diporak-porandakan.

Selain merusak bangunan penduduk juga sarana pendidikan dan kesehatan, rumah ibadah, jalan, jembatan serta lahan pertanian dan perkebunan di wilayah itu. Juga bencana banjir bandang pernah terjadi sebelumnya menelan korban jiwa. Perlu solusi tepat yakni harus relokasi. (ant)



Apa Pendapatmu?