Alexa Metrics

Wacana Pengurangan Bandara Internasional Jangan Rugikan Daerah

Wacana Pengurangan Bandara Internasional Jangan Rugikan Daerah bandara

indopos.co.id – Anggota Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo menyoroti sikap Presiden Joko Widodo yang mempertanyakan banyaknya bandara (bandar udara) internasional.

Menurut dia, yang menetapkan status bandara internasional itu pemerintah. Dengan mempertimbangkan berbagai hal. “Aneh, sekarang kok protes hasil kinerjanya sendiri,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya kepada INDOPOS, Rabu (12/8/2020).

Menurut Sigit, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 39 tahun 2019 tentangan Tatanan Kebandaraudaraan Nasional penetapan bandara internasional dilakukan oleh pemerintah melalui Kemenhub.

Penetapan tersebut didasari berbagai pertimbangan. Seperti Rencana Induk Nasional Bandar Udara, pertumbuhan dan perkembangan pariwisata, pengembangan ekonomi nasional dan perdagangan.

Seperti diketahui, dalam rapat terbatas yang diselenggarakan di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (6/8/2020), Presiden Jokowi mempertanyakan urgensi bandara internasional yang jumlahnya mencapai 30 bandara.

Presiden menilai jumlah bandara internasional terlalu banyak. Pemerintah juga berencana mengurangi jumlah bandara internasional yang ada.

Wacana pemerintah memfokuskan penerbangan internasional di delapan bandara potensial superhub, menurut Sigit, kontraproduktif dengan rencana pemerintah memulihkan sektor pariwisata yang terpuruk akibat COVID-19.

“Pengurangan bandara internasional berpotensi merugikan daerah. Pemda (pemerintah daerah) yang sudah ikut berjuang membangun bandara internasional dan akomodasi untuk sektor pariwisata akan merasa dirugikan,” jelas Sigit.

Seharusnya, kata legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, wisatawan dan masyarakat bisa langsung terbang ke rute internasional. Namun terpaksa harus transit ke bandara internasional di daerah lain. “Hal ini tidak hanya akan mengurangi mobilitas, tapi juga menamban biaya perjalanan,” terang Sigit.

Karena itu, Sigit meminta pemerintah mengkaji secara komprehensif jika akan mengurangi bandara internasional di sejumlah daerah. Terlebih penetapan bandara internasional tersebut sudah masuk dalam Rencana Induk Nasional Bandar Udara.

“Perlu kajian mendalam jika ingin mengurangi bandara internasional. Dan memfokuskan penerbangan internasional pada 8 bandara yang berpotensi menjadi superhub. Jangan sampai ada daerah yang dirugikan, khususnya yang menjadi destinasi wisata,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?