Alexa Metrics

Masyarakat Butuh Banyak Pilihan Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Masyarakat Butuh Banyak Pilihan Alternatif Pengganti Kantong Plastik anggtota dewan dki

indopos.co.id – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik menilai, jika semakin banyak alternatif pengganti kantong plastik, akan semakin bagus. Karena masyarakat memiliki banyak pilihan.

“Yang penting jangan plastik kresek konvensional seperti dulu yang sulit terurai sekitar 500 – 1000 tahun. Namun, harus ada pilihan yang membuat masyarakat semakin diuntungkan, dan juga tidak terbebani. Jangan sampai solusinya hanya terbatas dan tidak banyak alternatif, sebab akan menjadi mahal yang membebani masyarakat dan lagi dikhawatirkan akan menuju MONOPOLI,” ujar Taufik, Kamis (12/8/2020).

Taufik memberi contoh, misalnya di lapangan, banyak toko-toko atau mal-mal, diarahkan terutama ke kertas atau spunbond (pp non woven) yang merupakan senyawa polypropylene (plastik konvensional), dimana masih mengandung mikroplastik. Selain itu penggunaan kantong belanja dengan kertas selain sulit dipakai ulang, maka bila terlalu banyak penggunaan kertas menjadi isu lingkungan juga karena akan terjadi kembali penebangan hutan yang besar-besaran. Sementara kalau pakai polypropylene/kain spunbond tsb., itu adalah bahan yang sama untuk masker, APD, dlsb., sehingga ada kompetisi dan keterbatasan bahan mentah, yang nanti ujung2nya akan memperbanyak impor bahan tersebut, dan masker dan APD tambah mahal karena banyak bahan polypropylene tersebut dibuat jadi kantong belanja,“ katanya.

Tentang kantong-kantong daun, ranting, anyaman, itu saya lihat bagus sekali. Tetapi memang masih ada keterbatasan yaitu terutama dari fungsional yang tidak rapat sehingga air-air bisa keluar / menetes. Lalu juga lebih cepat rusak sehingga pakai ulangnya terbatas. Dan mungkin keterbatasan lain adalah jumlah bahan dasarnya pun terbatas dan cara produksi manual, sehingga ini bagus dan stimulasi ekonomi UKM2. Tetapi utk yg kebutuhan2 rakyat DKI yg jumlahnya kalau siang bisa sampai 20 jt orang, butuh banyak pilihan2 lain yang bisa di produksi secara industri jg ya sehingga terjangkau sebanyak mungkin orang dengan harga yang terjangkau juga.

Jadi kalau ada juga material2 baru spt. yg saya lihat dari singkong, ya semakin bagus karena konsumsi tidak akan terkonsentrasi ke kertas atau polypropylene plastik saja. Yang penting kantong singkong ini harus kuat anti air, tidak larut, agar bisa dipakai ulang, dan kalau bisa di jaman COVID ini, bisa dicuci juga. Pati singkong nya juga saya dengar bisa dari singkong racun, dan singkong juga bukan bahan pangan utama Indonesia jadi cukup aman sebagai salah satu alternatif. Apalagi pati singkongnya diambil dari petani2 singkong Indonesia jadi ada dampak positif petani2 UMKM. Jadi implementasi Pergub 142/2019 baiknya mengakomodasi solusi2 inovatif juga, yg penting semuanya berubah kearah green mulai dari perilaku, cara pakai kantong harus pakai ulang, sampai material2 inovatif yang ada, yang penting lebih baik dan bukan dari konvensional plastik. (mdo)



Apa Pendapatmu?