Alexa Metrics

Jelang Pilkada Serentak 2020, Politisi Ini Ingatkan Jangan Ada Ujaran Kebencian dan Isu SARA

Jelang Pilkada Serentak 2020, Politisi Ini Ingatkan Jangan Ada Ujaran Kebencian dan Isu SARA Foto ilustrasi

indopos.co.id  – Jelang Pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak 2020, sejumlah pihak mengingatkan jangan ada ujaran kebencian dan isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Termasuk jangan ada kampanye hitam atau black campaign.

“Jika kita tidak mengambil pelajaran apapun dari pemilihan kepala daerah sebelum-sebelumnya, saya kira kasus seperti ini akan terus terjadi lagi,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Budiman Sudjatmiko saat berbicara dalam diskusi online bertajuk ‘Pilkada Tanpa Ujaran Kebencian dan Isu Agama Lebih Oke’ di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Dia juga memprediksi aktivitas penggunaan media sosial (medsos) di Pilkada 2020 akan meningkat pesat. Dan dikhawatirkan isu SARA dan ujaran kebencian semakin nyaring terdengar.

“Parpol memang tidak akan terang-terangan memforsir isu kebencian atau agama, tapi ada simpatisan yang jumlahnya masif memainkan isu itu,” ujar Budiman

Terlebih lanjut Budiman, Pilkada yang masih dalam suasana Pandemi COVID-19 akan sangat memungkinkan ‘serangan udara’ dilakukan melalui medsos yang dibumbui isu-isu keagamaan maupun ujaran kebencian.

Aktivis 98 ini mengingatkan masyarakat agar mengambil pelajaran dari pilkada-pilkada sebelumnya agar perpecahan antar anak bangsa tidak terulang lagi akibat perhelatan politik.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LIMA, Ray Rangkuti yang juga jadi pembicara di diskusi ini menyebut, politik identitas juga bisa jadi ancaman dalam pelaksanaan Pilkada 2020 ini.

“Soal ujaran kebencian atau politik identitas belum terumuskan dengan baik. Belum ada aturan yang jelas,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?