Alexa Metrics

Erick Thohir Sebut Vaksin COVID-19 Quick Win agar Bebas PSBB

Erick Thohir Sebut Vaksin COVID-19 Quick Win agar Bebas PSBB Presiden Jokowi saat meninjau produksi vaksin Covid-19. (Foto: ANTARA)

indopos.co.id – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan penemuan vaksin COVID-19 menjadi salah satu “quick win” agar Indonesia tidak terjebak melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

“Tentu sekarang vaksin adalah salah satu ‘quick win’ atau jalan singkat bagaimana kita tidak terus terbebani melakukan PSBB di sana sini. Apakah itu dinamakan terapi penyembuhan, obat-obatan, herbal,” ujar Menteri Erick di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya terus berupaya menemukan vaksin bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Lembaga biologi molekuler Eijkman, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Kementerian Riset dan Teknologi, dan universitas-universitas.

“Kerja sama untuk mencoba menemukan vaksin merah putih dan ini masih berlangsung. Laporan terakhir, di tahun 2021 bisa ada jalan keluar, kita menemukan vaksin merah putih,” katanya.

Erick menambahkan, PT Biofarma (Persero) juga sudah menyiapkan kapasitas produksi hingga 250 juta vaksin per tahun.

“Tentu Biofarma juga terus berupaya melakukan kerja sama dengan banyak pihak. Apakah dengan WHO, CEPI, Korea, China dan terakhir dengan UEA,” katanya.

Ia menyampaikan Biofarma mulai melakukan uji klinis COVID-19 fase ketiga di Bandung dengan 1.620 relawan.

“Kalau memang hasilnya baik InsyaAllah  di awal tahun depan kita sudah coba lakukan vaksin massal kepada seluruh rakyat Indonesia, yang tentunya vaksin merah putih kita tunggu,” kata Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Saat ini, lanjut dia, Indonesia sangat memerlukan vaksin COVID-19 secepatnya agar kesehatan terjaga sekaligus mendorong ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen atau untuk pertama kalinya masuk zona negatif sejak 1999.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan situasi pandemi COVID-19 telah mengingatkan bangsa dan negara mengenai pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo secara virtual dalam upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-59 di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Presiden berpesan kepada seluruh anggota Pramuka untuk turut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, selain juga memiliki kedisiplinan dan kepedulian terhadap seluruh anggota masyarakat.

“Penyelesaian masalah kesehatan membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penyelesaian masalah perekonomian juga membutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Presiden.

Presiden mengatakan anggota Pramuka sudah dibekali dengan kedisiplinan dan kepedulian terhadap masyarakat. Ke depannya, dengan tantangan persaingan antarbangsa yang semakin ketat, anggota Pramuka juga harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ingat tantangan yang saudara-saudara hadapi akan semakin berat dan kompleks, dunia berubah dengan cepat dan penuh ketidakpastian, masa depan akan jauh berbeda jika dibanding hari ini,” ujar dia.

Oleh karena itu, anggota Pramuka harus giat belajar, menimba ilmu hingga setinggi-tingginya, dan terus merawat kebhinnekaan, Pancasila dan keutuhan NKRI.

“Ketangguhan saudara-saudara juga harus saudara-saudara buktikan dalam mengejar ilmu pengetahuan. Jadilah generasi masa depan yang mencerahkan, yang terus membangun harapan tentang kejayaan Indonesia, Indoensia maju yang kita cita-citakan bersama,” ujar Kepala Negara. (ant)



Apa Pendapatmu?