Alexa Metrics

Ribuan Korban Investasi Bodong Datangi Polres Cianjur

Ribuan Korban Investasi Bodong Datangi Polres Cianjur Ratusan korban investasi bodong menuntut aparat kepolisi Cianjur turun tangan menangkap pelaku. (Foto: Antaranews.com)

indopos.co.id – Ribuan korban penipuan investasi bodong di Cianjur, Jawa Barat (Jabar), hanya bisa pasrah. Korban berharap aparat kepolisian mengungkap dan menangkap pelaku. Mempertanggungjawabkan perbuatan, dan mengembalikan uang sudah disetor selama ini.

”Kami mohon Polres Cianjur, menangkap dan membawa HA ke Cianjur, untuk mengganti seluruh kerugian kami. Sudah mau dua minggu belum ada perkembangan. Kami berharap kasus ini segera dituntaskan,” tutur Yayuk seorang korban investasi bodong di Cianjur, Rabu (12/8).

Hingga saat ini, sebagai ketua kelompok pengumpul uang untuk disetorkan setiap bulan dari anggota ke HA, Yayuk dan ratusan korban lain mendapat tekanan untuk mempertanggungjawabkan uang dengan jumlah miliaran rupiah.

Tidak sedikit dari ketua kelompok mengalami depresi dan sakit. Maklum, karena terbebani dengan ulah HA yang diduga membawa kabur uang hingga puluhan miliar rupiah dengan iming-iming berbagai paket murah. Misalnya, paket kurban, paket elektronik, dan kendaraan bermotor. ”Kami tidak anarkis, kami tempuh jalur hukum dengan melaporkan HA ke Mapolres Cianjur. Namun, hingga saat ini, belum ada perkembangan sedangkan setiap hari kami kedatangan anggota menangih uang mereka kembali. Kami berharap kepolisian segera menangkap dan membawa HA ke Cianjur,” desak Yayuk.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton, mengaku masih menyelidiki dan mengejar pelaku. Terllapor sudah diketahui keberadannya. Setelah cukup bukti dan ditetapkan tersangka, pelaku akan digiring ke Mapolres Cianjur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. ”Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku posisinya berpindah-pindah. Kami berharap dalam waktu dekat, terlapor dapat ditangkap dan dibawa ke Cianjur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Anton.

Terlapor akan dijerat pasal berlapis, 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan serta penipuan serta pasal 46 Undang-undang Perbankan karena menghimpun dana tanpa izin dari pemerintah.

Sebelumnya, ribuan orang diwakili masing-masing ketua kelompok melaporkan HA warga Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, sebagai pengelola sekaligus pemilik investasi bodong dengan program paket kurban, elektronik, dan kendaraan bermotor ke Mapolres Cianjur. Karena pelaku tidak kunjung menepati janji.

Bahkan HA berjanji akan mencairkan seluruh program yang diikuti seribuan orang dari empat kabupaten di wilayah III Jabar seperti Cianjur, Bogor, Sukabumi, dan Bandung Barat, pada akhir Juli. Namun, hingga saat ini terlapor tidak pernah muncul alias melarikan diri. (ant)



Apa Pendapatmu?