Alexa Metrics

Warga Manggarai Barat NTT Dukung Pembangunan Labuan Bajo

Warga Manggarai Barat NTT Dukung Pembangunan Labuan Bajo Ketua Aksi Florianus Surion Adu menyampaikan dukungan warga di depan Gedung DPRD Manggarai Barat, NTT, Rabu (12/8). (Foto IST)

indopos.co.id – Ratusan masyarakat Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah mengakselerasi pembangunan destinasi Super Premium di Labuan Bajo. Warga itu tergabung dalam kegiatan Mimbar Bersama Dukung Pembangunan Destinasi Super Premium.

Ketua Aksi Florianus Surion Adu, mengatakan kebijakan pemerintah untuk membangun Destinasi Super Premium ibarat anugerah dari Tuhan bagi masyarakat Mabar, khususnya dan NTT pada umumnya. Karena semakin banyak pembangunan di Labuan Bajo otomatis semakin sejahtera masyarakat.

”Rencana pembangunan infrastruktur, penetapan Kawasan Ekonomi Khusus, dan pembangunan sarana wisata di Labuan Bajo berjalan dengan baik. Karena pemerintah sudah bekerja sama dan berkolaborasi dengan baik serta punya kajian holistik maupun data lengkap ketika menyusun kebijakan. Terima kasih Bapak Presiden, sepenuhnya kami dukung segala kebijakan Bapak Presiden di sini,” tutur Florianus Surion Adu, di Mabar, NTT, Rabu (12/8).

Ucapan itu disuarakan Florianus dihadapan 500 orang peserta aksi di depan Kantor DPRD Manggarai Barat. Peserta aksi itu terdiri dari Sekretariat Bersama Pemuda Masyarakat Manggarai barat (Setber PM-MB), Himpunan Nelayan Bersama Kecamatan Komodo (Nuansa), Komite Aliansi Masyarakat Manggarai Barat (Kam-MB), Angkatan Muda Pro Reformasi Manggarai Barat (Ampar), Gerakan Masyarakat Anti Tambang Manggarai Barat (Geram), Gerakan Perempuan Membangun (Eembun), Forum Multi Kultur Membangun (FMKM) Manggarai Barat dan Komunitas Pelaku Pariwisata Manggarai Barat.

Menyinggung soal suara negatif atas pembangunan, Florianus menyebut suara-suara itu tidak benar berasal dari masyarakat Mabar. ”Kita dapat melihat indikator sementara pembangunan Labuan Bajo dari banyaknya investor yang membuka usahanya di Labuan Bajo. Jika ada orang atau kelompok yang suaranya negatif terhadap pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah, itu tidak mewakili masyarakat Manggarai Barat,” katanya. (gin)



Apa Pendapatmu?