KBM Tatap Muka Digelar Terbatas di Zona Hijau Kabupaten Bekasi

indopos.co.id-Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka bakal digelar secara terbatas untuk SMA/SMK di kecamatan zona hijau Kabupaten Bekasi. Meski demikian, KMB tatap muka tak diselenggarakan secara serentak.

Saat ini pengawas akan memverifikasi satuan pendidikan terlebih dahulu tentang kesiapan protokol kesehatan. Kepala Seksi Pengawasan KCD Pendidikan Wilayah III Awan Suparwana mengatakan, sekolah yang berada di wilayah zona hijau akan memberikan hasil laporan terkait kesiapan infrastruktur, tenaga pengajar, serta siswanya agar bisa melaksanakan proses pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Baca Juga :

“Sudah dilaksanakan sosialisasi ini kepada masing-masing pengawas. Untuk mengetahui progresnya kita sudah serahkan kepada masing-masing pengawas di wilayah,” jelas Awan, Rabu (12/8).

Sekolah yang memenuhi syarat akan direkomendasikan oleh KCD kepada satuan tugas (satgas) Covid-19. Dia menegaskan, boleh atau tidaknya satuan pendidikan melaksanakan KBM secara tatap muka tergantung pada keputusan satgas.

Baca Juga :

Hari Ini, Kota Cilegon Gelar KBM Tatap Muka

Jika disetujui, maka tenaga pengajar tidak lebih dari usia 45 tahun wajib menjalani rapid test. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

“Bagi tenaga pendidik yang memiliki riwayat penyakit, kita tidak akan merekomendasikannya untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka,” tegasnya. Menurutnya, yang utama dalam memulai proses pembelajaran tatap muka secara terbatas ialah kesehatan dan keselamatan siswa serta guru.

Oleh karena itu, KCD tidak akan terburu-buru memberikan rekomendasi sekolah kepada Satgas COVID-19. “Yang utama tetap kesehatan dan keselamatan. Jadi bagi sekolah yang belum memenuhi kesiapan proses pembelajaran tatap muka secara terbatas, pihak KCD tidak akan memberikan rekomendasi kepada satgas Covid-19,” yakinnya.

Berdasarkan data yang dihimpun terdapat tujuh kecamatan di Kabupaten Bekasi berstatus zona hijau. Yakni Bojongmangu, Kedungwaringin, Tambelang, Sukawangi, Sukakarya, Cabangbungin, dan Muaragembong.

Di tujuh kecamatan itu terdapat 43 sekolah dengan rincian 17 SMA dan 26 SMK. Dirinya kembali menegaskan, KBM tatap muka secara terbatas bertahap dimulao pada 18 Agustus 2020.

“Iya 18 Agustus, tapi tidak dilaksanakan serentak. Kita masih lihat progresnya sekarang,” tuntasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, pihaknya tengah melakukan verifikasi terhadap sekolah yang berada di kecamatan yang berstatus zona hijau pada level kewaspadaan COVID-19. Menurutnya, Disdik Jabar melakukan verifikasi terhadap sekolah di 228 kecamatan yang berstatus zona hijau.

Verifikasi dilakukan untuk melihat sejauh mana sekolah menyiapkan sarana protokol kesehatan sebelum melakukan KBM secara tatap muka dilaksanakan. “Yang akan kita pilih (KBM tatap muka) adalah sekolah di 228 kecamatan zona hijau dari 627 kecamatan di Jabar,” jelasnya terpisah, baru-baru ini.

Saat ini, kata dia, verifikasi sudah masuk pada tahap finalisasi. Pada 18 Agustus nanti, baru bisa diputuskan sekolah mana saja yang sudah memenuhi syarat untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

“Nanti akan ditentukan apakah semua sekolah atau sebagian,” imbuhnya. Verifikasi yang dilakukan pengawas dan cabang dinas sendiri dilakukan dari mulai melihat infrastruktur, data siswa, ruang isolasi, termasuk data kesulitan anak dan orangtua ketika melaksanakan belajar secara daring. Kita data juga kesulitan anak didik terhadap belajar daring,” paparnya panjang lebar.

Lebih lanjut dia menuturkan, pembukaan sekolah ini akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya akan mengutamakan keselamatan dan kesehatan tenaga pendidik dan peserta didik sebelum pembelajaran secara tatap muka digelar.

“Pembukaan sekolah ini akan dilakukan bertahap, jadi tidak serentak. Keselamatan dan kesehatan anak didik diutamakan sebelum KBM tatap muka,” tegasnya. (dew)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.