Alexa Metrics

Pemkab Bogor Imbau Kantor Pemerintahan Buka Akses Wifi bagi Masyarakat

Pemkab Bogor Imbau Kantor Pemerintahan Buka Akses Wifi bagi Masyarakat Kebutuhan kuota internet gratis untuk pendidikan semakin mendesak. (Foto: ANTARA)

indopos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan bagi seluruh kantor pemerintahan di Kabupaten Bogor. Isinya, membuka akses wifi kantor pemerintahan bagi masyarakat umum.

Imbauan tersebut untuk merespon banyaknya keluhan warga soal proses pembelajaran secara daring atau online. Sejumlah orang tua meski merogoh kocek lebih untuk menyediakan kuota bagi anak-anak mereka untuk proses pembelajaran dari rumah.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan tak menapik jika selama ini proses pembelajaran secara daring banyak menuai keluhan dari masyarakat. Bahkan banyak para orang tua yang mendesak, agar proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka di sekolah meski kondisi saat ini tengah Pandemi COVID-19.

Untuk itu, imbauan pembukaan akses wifi hingga ke pemerintahan di wilayah ini bisa memecahkan solusi keterbatasan kuota internet warga. “Jadi kita akan buat surat imbauan agar setiap kantor pemerintahan, mulai dari kantor desa, kecamatan dan kantor pemerintahan lainnya, untuk membuka sandi wifi kantor. Kan lumayan tuh masyarakat dan pelajar bisa numpang wifi gratis untuk belajar,” kata Iwan, Rabu (12/8).

Tidak hanya kantor pemerintahan, hal serupa juga bakal diberlakukan untuk perusahaan, perkantoran swasta, hotel, kafe, dan restoran yang ada di Kabupaten Bogor. “Jadi semua yang punya wifi akan kita imbau untuk membuka sandi wifinya agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” imbaunya.

Iwan berharap, imbauan ini bisa meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan biaya internet. “Inilah saatnya semua berperan untuk membantu sesama. Jadi saya minta mulai hari ini, tolong buka sandi wifinya. Mari kita bantu ringankan beban sesama,” tegasnya.

Keresahan yang dialami orang tua siswa, rupanya dirasakan Ketua Komisi I DPRD Kota Bo¬gor Safrudin Bima. Bahkan, dia turun langsung menyentuh masyarakat dengan membagikan kuota gratis.

Meski tidak dapat memberikan bantuan kepada banyak masyarakat, pria yang akrab disapa SB ini ber¬harap, KBM melalui daring bisa dilakukan. ”Kalau kita gagal mengatasi ini, kita akan kehilangan satu generasi dan itu jangan sampai terjadi,” tegasnya, terpisah.¬

Sebagai ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, dia mengaku sudah mendorong Diskominfo mela¬kukan pengadaan wifi di setiap kelurahan Kota Bogor. Sebab jika melihat kondisi sekarang, kebutuhan kuota internet bukan lagi menjadi kebutuhan sampingan, tapi sudah men¬jadi kebutuhan pokok.

”Ma¬kanya, sebelum semua terea¬lisasi, saya akan sentuh satu per satu masyarakat yang memiliki keterbatasan eko¬nomi agar tetap bisa belajar,” jelasnya. Menyusuri Kelurahan Tanah¬sareal, dirinya menda¬pati banyak aduan soal berat¬nya membeli kuota bagi orang tua murid yang tingkat eko¬nominya berada di bawah rata-rata.

Maka dari itu, ia mengusulkan kepada Pemerin¬tah Kota (Pemkot) Bogor un¬tuk mendekatkan proses pembelajaran ke rumah warga. Misalkan dengan Posyandu, musala atau fasilitas umum di lingkungan masing-masing dengan pertemuan terbatas.

Guru bisa dihadirkan kepada warga yang membentuk kelom¬pok belajar dan bisa dipantau dengan protokol kesehatan. ”Itu menurut saya harus dila¬kukan. Sebab, PJJ ini tidak mampu menerjemahkan ten¬tang pesan pendidikan se¬cara kuat. Ada item pendidi¬kan yang tidak kuat dalam virtual,” pungkasnya. (dil/b/mam/py/ogi/a/fin)



Apa Pendapatmu?