Alexa Metrics

Pemkab Lebak dan Pemprov Banten Diminta Tertibkan Bangunan di Sempadan Pantai

Pemkab Lebak dan Pemprov Banten Diminta Tertibkan Bangunan di Sempadan Pantai Pengunjung bermain di salah satu spot Pantai Sawarna di Kabupaten Lebak. (Foto: yasril chaniago/INDOPOS)

indopos.co.id -Sejumlah penggiat pariwisata meminta agar Pemkab Lebak dan Pemprov Banten segera menertibkan bangunan liar yang berdiri di sepadan pantai selatan. Karena, selain terkikis ombak, sepadan pantai habis digusur oleh para pengusaha untuk pengusaha tambak.

Mumu Mahmudi, pengelola Wisata Pantai Bagedur, kepada wartawan mengatakan Kabupaten Lebak saat ini memiliki panjang garis pantai 81 kilometer dan sepadan pantai 801 meter. Namun data tersebut sepertinya jauh berkurang bukan akibat terkikis ombak.

Melainkan banyak diserobot oleh para pengusaha tambak udang serta berdirinya bangunan liar lainnya yang tersebar hampir di seluruh sepadan pantai. ”Kondisi sepadan pantai saat ini sudah rusak oleh orang-orang yang tamak dan tidak memikirkan dampak kerusakan terhadap bibir pantai laut selatan,” terang Mumu, Rabu (12/8).

Menurutnya juga, sepadan pantai di Kecamatan Malingping dan Kecamatan Wanasalam  yang rusak akibat digunakan tambak dan lainnya ada di beberapa lokasi. Seperti di Karangaawing, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping; Desa Sukatani dan Desa Muara, Kecamatan Wanasalam.

”Untuk itu, kami minta pemerintah segera bertindak menyelamatkan sepadan pantai. Apalagi dalam Perpres Nomor 51 Tahun 2016 tentang Sepadan Pantai, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah diminta melakukan pengukuran ulang sepadan pantai. Nanti dari situ diketahui panjangnya,” papar Mumu.

Dikatakannya juga, yang lebih mengherankan ada beberapa pengusaha yang membangun usahanya di sepadan pantai tapi memiliki izin membangun (IMB) dari Pemkab Lebak.”Kami melihat ada keterlibatan oknum pegawai pemerintah dalam menerbitkan IMB untuk bangunan di sepadan pantai itu,” cetus Mumu juga.

Sementara itu, Aktivis Lingkungan Lebak Indra Lugay menambahkan, saat ini sepadan pantai di Kabupaten Lebak selatan kondisinya sudah rusak. Itu terjadi akibat banyak perusahaan tambak yang membuang limbahnya langsung ke pantai.

”Iya ekosistem laut pantai selatan sudah rusak akibat aktivitas tambak dan bangunan perusahaan lainnya. Kami pernah beberapa kali meminta agar pemerintah daerah bertindak tegas terhadap perusahaan perusak sepadan pantai, tapi sampai saat ini tidak pernah ada tanggapan serius,” cetusnya. (yas)



Apa Pendapatmu?