Alexa Metrics

Mengintip Karya Unik Pskyject di Tengah Pandemi, Potret Gaya Hidup Sepeda lewat Lirik Lagu

Mengintip Karya Unik Pskyject di Tengah Pandemi, Potret Gaya Hidup Sepeda lewat Lirik Lagu Pskyject berusaha mencari ide-ide ringan untuk menghibur penggemarnya di era New Normal. Alhasil, sepeda yang jadi booming menjadi inspirasi untuk berkarya di tengah pandemi COVID-19.

indopos.co.id – Di tengah booming gerakan naik sepeda, muncul satu lagu bertajuk “Sepeda” (Genjot Genjot Genjot) yang  dibawakan Pskyject. Lagu ini menjadi suguhan menarik ditengah aktivitas sehat. Seperti apa?

Fenomena sepeda di era pandemi mengubah sejarah. Sepeda yang biasanya digunakan dimoment tertentu kini menjadi sebuah gaya hidup sehat. Tak hanya masyarakat kelas bawah, masyarakat kelas atas pun menjadikan sebagai jati diri baru.

Seakan ingin memotret perubahan gaya hidup sehat, sebuah lagu berjudul Sepeda” (Genjot Genjot Genjot) lahir dari tangan Pskyject.

“Jadi ada  seorang pria  yang bermimpi ingin punya sepeda  mahal, seperti  yang lagi booming. Tetapi  ketika terbangun menjelang pagi, ia sadar kalau main sepeda  itu  tidak perlu lihat brand, yang penting ada dan bisa digenjot,” kata Pskyject kepada INDOPOS, Kamis (13/8/2020).

Lagu  “Sepeda”  yang bernuansa  musik era 1920-an itu, menurut Pskyject,  memiliki kekuatan  lirik pada pengulangan kata genjot.  “Bagi orang dewasa ini terkesan ambigu. Tapi sebetulnya lagu ini bisa  dilagukan oleh semua umur,” ungkap pria kelahiran 12 Desember 1974.

Bakat musik Pskyject sebetulnya sudah terlihat sejak remaja dan membuat grup band. Ia duduk diposisi gitaris. Ia juga membentuk band indie dan menghasilkan album berisi 12 lagu yang semuanya diciptakannya sendiri.

Ketika beranjak lebih dewasa, Pskyject sempat menjadi Audio Editing untuk pembuatan  album Dorce Gamalama bersama almarhum Jhony Rodith.

Ia juga menjadi operator recording tracking di album Kangen Band (2007).

Dari 2014-2020, Pskyject bekerja di kelompok Mahaka sebagai Audio Production Commercial/Program. “Tapi sejak COVID-19 merebak, saya dirumahkan. Tapi hikmah besarnya, saya bisa  nyanyi bahkan rekaman”, kata dia.

Bakat Pskyject sebagai penyanyi komersil memang baru ditemukan oleh  sang produser sekaligus managernya Baliyanto. Awalnya, Pskyject yang bernama lengkap Prihadi itu menyerahkan lagu “Sepeda” untuk dinyanyikan oleh penyanyi remaja wanita yang tengah diproduseri Bali.

Saat lagu “Sepeda” didengarnya, menurut Bali, musik dan gaya nyanyi Pskyject ternyata sangat unik, dan beda dengan penyanyi yang ada di industri musik hari ini.

“Karena itu, saya berani memutuskan untuk memproduseri lagu itu,  Karakternya terasa sangat kuat, meskipun dari sisi usia dia juga tidak muda lagi!” ujar Baliyanti.

Video music “Sepeda”  garapan  sutradara Ardy Octaviand,   sudah bisa disimak di YouTube.  Di situ terlihat Pskyject harus rela diriya mau “dipermak” dan berubah image. “Rambut saya dicat berwarna. Saya harus mau pakai baju gombrong dengan warna elektrik. Pokoknya terkesan tengil banget!” kata Pskyject. (ash)



Apa Pendapatmu?