Alexa Metrics

PB Perpani Harus Utamakan Prestasi

PB Perpani Harus Utamakan Prestasi

indopos.co.id – Atlet panahan putri Indonesia, Dellie Threesyadinda mendukung langkah rekannya sesama atlet panahan putra, Riau Ega Agatha yang berlatih dengan pelatih Denny Trisjoyo dari Jawa Timur. Baginya, Riau tidak melanggar aturan seperti yang diutarakan PB Perpani (Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia) karena mengajukan permohonan untuk bisa didampingi pelatih yang membantunya meraih tiket dua kali tiket Olimpiade.

“Kalau dilihat lagi aturan maupun Undang-Undang yang berlaku, tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, rekan Riau tak salah. Begitu juga dengan Diananda Choirunisa, dan Asiefa Nur Haenza. Justru ia berhak didampingi pelatihnya sendiri dari Jawa Timur yang dipilihnya, meski PB Perpani sudah menyiapkan pelatih pelatnas,” ujar  Dellie ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis (13/8).

Menurutnya, Kalau induk cabor masih terus mempermasalah hal ini, maka olahraga di Tanah Air sulit untuk maju.  PB Perpani itu kerjanya mengurus para atlet dan membuat nyaman atlet berlatih, berkembang dan meraih prestasi, bukan justru menyulitkan langkah atlet meraih medali.

“Seharusnya PB Perpani membuka jalur komunikasi dua arah yang baik, bukan langsung main coret saja si atlet saja dari daftar penghuni pelatnas Olimpiade Tokyo. Saya juga pertanyakan apa benar tindakan Riau itu indisipliner dan tak mentaati aturan federasi, atau ada hal lain karena like or dislike pada si pelatihnya yang berjuang selama ini membantu Riau Ega meraih tiket Olimpiade,” ungkap Dellie yang khusus di nomor compound.

Atlet cantik ini akan selalu mendukung hal yang benar dan dinilai objektif. Baginya, Indonesia jangan pernah bermimpi akan mendapatkan medali di ajang Olimpiade Tokyo, bila Riau Ega dicoret dan diganti atlet panahan lain.

“Riau Ega itu merupakan atlet panahan andalan Indonesia untuk nomor recurve putra perorangan maupun beregu loh. Mau andalkan siapa lagi penggantinya di nomor ini. Mari kita berpikir untuk kemajuan. Pembinaan atlet tolong dilakukan secara baik dan terbuka. Kalau saya pengurus saya utamakan atletnya bukan pengurus. Lagipula uang pembinaan dari pemerintah itu untuk atlet bukan pengurus,” tegasnya.

Pertanyakan Putusan

Riau Ega sendiri mempertanyakan keputusan PB Perpani yang telah mencoretnya dari pelatnas Olimpiade Tokyo. Ia hanya meminta PB Perpani untuk mengizinkannya berlatih dengan pelatih Denny Trisjoyo dari Jawa Timur. Alasannya, ia telah menjalankan program latihan bersama Denny selama delapan bulan terakhir ini ketika pelatnas panahan belum dimulai.

“Saya mengajukan permohonan untuk bisa didampingi pelatih. Pelatih yang saya ajukan tidak asal pilih. Saya pilih pelatih yang mendampingi saya dapat tiket Olimpiade. Pada saat Olimpiade Rio de Janeiro juga sama beliau. Saya minta permohonan itu,” urai Riau Ega.

Alasan dia memilih pelatih Denny, kata dia, semata agar program latihan yang telah dijalankannya selama ini bisa terus berjalan dan ia bisa fokus memperbaiki penampilannya di Olimpiade Tokyo nanti. Ia mengaku khawatir dikesampingkan mengingat prioritas PB Perpani di pelatnas saat ini adalah menambah tiket menuju pesta olahraga terakbar empat tahunan itu.

Peraih medali perunggu Asian Games 2018 itu juga bahkan mengaku rela dipotong gaji seandainya PB Perpani mengizinkan Denny Trisjoyo melatihnya selama pelatnas Olimpiade.

Permohonan yang diajukan, menurutnya juga tak melanggar aturan maupun Undang-Undang yang berlaku. Hal tersebut bahkan sudah diatur dalam Peraturan Presiden No 95 Tahun 2017 Tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Pasal 12.

“Jadi permintaan saya masih sesuai dengan UU yang berlaku. Saya sudah bilang tidak digaji pun tidak masalah, yang penting bisa didampingi,” ujarnya.

Tak Diizinkan

Di sisi lain, PB Perpani tak mengizinkan apabila seorang atlet ingin mendatangkan pelatih sendiri lantaran federasi telah menyeleksi tiga pelatih untuk pelatnas Olimpiade Tokyo. PB Perpani akhirnya memutuskan untuk mencoret tiga atletnya dari pelatnas Olimpiade Tokyo.

Keputusan tersebut disampaikan dalam surat resmi PB Perpani bernomor 210/KU/PB.PERPANI/VIII/2020 tanggal 8 Agustus 2020 yang ditandatangani Ketua Umum Illiza Sa’aduddin Djamal. Surat tersebut ditujukan kepada Riau Ega Agata Salsabila, Diananda Choirunisa, dan Asiefa Nur Haenza.

Ketiganya dicoret karena dinilai tidak memenuhi panggilan untuk mengikuti pelatnas Olimpiade, tidak taat aturan federasi, serta mengesampingkan kepentingan negara. Kini, Perpani tengah mencari pengganti Ega dan kawan-kawan untuk dikirim ke Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

“Kemarin ada atlet kami dari Jawa Timur yang tidak bisa kami ikutkan walaupun telah meraih tiket Olimpiade karena memang tidak bisa mematuhi aturan dari PB Perpani maka ini penting untuk kelangsungan organisasi ini lebih baik ke depan. Semua yang kami lakukan ini untuk membina. bukan hanya menjadi juara tapi mentalnya juga,” kata Ketum PB Perpani, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Ketua Bidang Hukum PB Perpani, Ikhsan Ingratubun, menambahkan bahwa peraih medali perunggu Asian Games 2018 itu mengirim surat sebagai persyaratan untuk bergabung ke Pelatnas. Menurutnya, atlet berusia 28 tahun itu mencantum kesediaan bergabung ke Pelatnas jika pelatihnya berasal dari pengurus provinsi Jawa Timur ikut direkrut oleh PP Perpani.

“Padahal PP Perpani sudah melakukan seleksi pelatih secara terbuka, di situ dikatakan kami melakukan diskriminasi melalui medsos,” kata Ikhsan.

Menurut dia, secara aturan Perpani merupakan organisasi resmi yang tidak bisa diatur oleh atlet. Perpani, kata Ikhsan, tidak segan untuk melakukan pencoretan. Keputusan itu juga sudah dikonfirmasi ke Kempora melalui Sekretaris Kementerian Gatot S Dewa Broto.

“Dia katakan itu tidak ada lebih bagus mendidik orang yg merasa masih kalah daripada kita didik orang yg sudah merasa menang. Itu bukan mental seorang atlet,” ujar Ikhsan

Keputusan mencoret Riau Ega Agatha diambil Perpani melalui rapat pleno. Menurut dia, langkah itu tidak berpengaruh terhadap tiket ke olimpiade karena sifatnya by number bukan by name. (bam)



Apa Pendapatmu?