Alexa Metrics

Kuartal II-2020, Pendapatan Perseroan Capai Rp1.969 Miliar

Kuartal II-2020, Pendapatan Perseroan Capai Rp1.969 Miliar PT Hartadinata Abadi Tbk.

indopos.co.id – PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata) mencatat pendapatan perseroan pada kuartal II-2020 mencapai Rp1.969 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan Rp198 miliar dibandingkan dengan pendapatan kuartal II-2019, yaitu Rp1.771 miliar.

Selain itu, Perseroan juga memperoleh laba bersih sesuai dengan target awal 2020 sebesar Rp78,8 miliar.

Chief Financial Officer PT Hartadinata Abadi Tbk, Deny Ong menjelaskan, pertumbuhan pendapatan pada kuartal I-2020 didorong oleh kenaikan harga emas, yang meliputi peningkatan penjualan kepada pihak grosir sebesar 7,0 persen, serta peningkatan penjualan dari toko milik Hartadinata sebesar 19,2 persen.

Sedangkan pada kuartal II-2020, pendapatan Hartadinata tidak hanya didorong oleh kenaikan harga emas yang cukup tinggi, tapi juga meningkatnya permintaan akan logam mulia yang dapat dikatakan sangat signifikan.

“Makanya, perolehan laba bersih perseroan masih sesuai dengan target di awal 2020, meskipun lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal II-2019,” ujarnya kepada INDOPOS melalui keterangan tertulis, Jumat (14/8/2020).

Selama kuartal I-2020, volume penjualan Hartadinata didominasi oleh pasar perhiasan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah yang berkontribusi 68,9 persen terhadap total produk yang dipasarkan. Penetrasi produk di pasar kelas menengah bawah ini dilakukan dengan meluncurkan koleksi perhiasan Journey of Love sebagai produk andalan pada Maret lalu.

Dengan meningkatnya harga emas di 2020 dan juga meningkatnya permintaan akan logam mulia di kuartal II-2020, perseroan memutuskan untuk meningkatkan pengadaan produk logam mulia dari pecahan 0,1 gram sampai dengan 100 gram. Tujuannya untuk memenuhi permintaan seluruh kalangan masyarakat Indonesia yang ingin berinvestasi di logam mulia selain perhiasan emas.

Sementara, Chief Executive Officer PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto mengatakan, pada 2020 ini sangat menantang bagi para pelaku bisnis, terutama dengan adanya Pandemi COVID-19 yang berdampak dahsyat pada perekonomian dunia. Meski begitu, Hartadinata telah berhasil melalui kuartal I dan II-2020 dengan kinerja yang cukup baik.

“Dan kami tetap optimistis dapat meraih target bisnis hingga akhir 2020. Untuk itu, kami telah menyusun berbagai strategi, di antaranya memperkuat integrasi vertikal dan memperluas penetrasi pasar di Indonesia, melakukan product and market development, serta memperkuat Divisi Research and Design guna meningkatkan kualitas produk,” bebernya.

Hingga kini, Hartadinata sudah memiliki 49 gerai toko emas ACC yang tersebar di seluruh Indonesia. Ke depannya perseroan menargetkan peningkatan toko emas ACC hingga mencapai 100 unit pada tahun 2021.

Tak hanya itu, untuk memperkuat posisi di segmen pasar menengah ke atas, perseroan juga telah membuka 3 toko Claudia Perfect Jewellery dan 2 toko Celine Jewellery yang fokus pada perhiasan berlian mewah, serta 3 toko ACC Premium yang fokus pada perhiasan emas kadar tinggi.

Penguatan integrasi vertikal usaha dilakukan melalui kanal penjualan digital e-commerce, yaitu platform hrta.store.com, Masduit dan Shopee. Sementara ini Hrta.store.com ditujukan untuk pelanggan grosir dan retail, sedangkan Masduit dan Shopee ditujukan untuk pengguna akhir.

“Langkah ini merupakan strategi dalam menjaga keberlangsungan aktivitas usaha perseroan di tengah Pandemi COVID-19. Selain itu, juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko penyebaran COVID-19 antara sales Hartadinata dengan para pelanggan,” sebutnya.

Bahkan, Hartadinata juga masih terus memperluas jaringan gadai emas di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) dan PT Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM). Gadai emas dirancang berdiri berdampingan dengan toko-toko perhiasan emas, sehingga dapat membantu pertumbuhan penjualan dengan adanya skema cicilan yang mempermudah pembelian emas.

Pada akhir 2019, Hartadinata mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,8 persen menjadi Rp3,24 triliun. Dengan pertumbuhan tersebut, perseroan berhasil meningkatkan laba bersih mencapai Rp150,25 miliar atau meningkat 20,9 persen dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp123,81 miliar.(mdo)



Apa Pendapatmu?