Alexa Metrics

Jelang Perempat Final Liga Champions, Saatnya City Balas Dendam ke Lyon

Jelang Perempat Final Liga Champions, Saatnya City Balas Dendam ke Lyon

indopos.co.id – Ada fakta menarik yang baru diketahui sedikit orang tatkala Manchester City berhadapan dengan Real Madrid di leg dua putaran 16 besar Liga Champions 8 Agustus lalu. Manchester City ternyata takutnya minta ampun menghadapi Real Madrid di Etihad. Padahal, mereka sudah mengantongi kemenangan 2-1 pada leg pertama di Bernabeu. Tetapi kemenangan itu belum membuat mereka yakin bisa melakukannya lagi di Etihad. Madrid adalah salah satu tim pilih tanding di bawah kolong langit yang paling sering menjuarai Liga Champions.

Karena itu, betapa senangnya para pemain City setelah mereka kembali tampil sebagai pemenang di Etihad. Kyle Walker, misalnya, hanya bisa geleng-geleng kepala. Raheem Sterling yang mencetak salah satu gol serasa mimpi bisa membobol gawang Thibaut Courtois dengan begitu mudah. Ia tidak habis pikir Raphael Varane bisa senaif itu.

Kalau Real Madrid saja lewat, di atas kertas, Lyon bukanlah ancaman. Sudah saatnya Manchester City melangkah ke panggung dunia. Sudah saatnya City berdiri setara Liverpool, Manchester United, dan Chelsea di pentas sepak bola dunia.  Sterling dan Kyle sepakat dengan anggapan itu.

Namun, kedua pemain ini tak mau gegabah. Sebab, secara historis, City punya sejarah yang tidak nyaman berhadapan dengan Lyon. Dua tahun lalu, misalnya, City justru disingkirkan Lyion. Oleh karena itu, fakta ini semestinya bisa melecut motivasi para pe,main City untuk tampil all out menghadapi wakil Prancis ini. ‘’Saya hanya berpikir soal pemain saya. Saya siapkan mereka dengan sebaik-baiknya. Saya tidak ingin bicara soal klub lain,’’ tangkis pelatih Manchester City, Pep Guardiola di Lisbon Portugal, Jumat (14/8).

Walker yang juga bek sayap tim nasional Inggris ini mengakui bahwa memenangkan Liga Premier adalah motivasi utamanya ketika ia angkat kaki dari Tottenham senilai £50 juta. Tapi dua gelar kemudian mengubah fokusnya untuk beralih membantu membantu City mengangkat Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka

Walker tahu itu harus menjadi langkah selanjutnya bagi klub yang sangat ingin membuat prestasi mereka di panggung terbesar setelah mendominasi kancah domestik. “Saya pikir jika Anda bertanya kepada saya dua tahun lalu, ketika saya menandatangani kontrak di sini, saya mungkin akan mengatakan bahwa Liga Premier adalah tantangan terbesar bagi saya karena belum pernah memenangkannya sebelumnya. Sekarang saya mendapatkannya. Saya tentu ingin mendapatkan piala terbesar di antarklub Eropa,’’ paparnya.

“Saya mungkin bisa berbicara atas nama seluruh skuad dan Manchester City juga untuk apa yang mereka butuhkan sebagai klub dan menempatkan mereka pada tumpuan berikutnya. “Ini adalah situasi unik yang kami hadapi. Kami merasa bahwa tim kami dan filosofi kami akan mendukung kami dengan baik untuk membawa kami ke tempat yang kami inginkan di turnamen, yaitu final,’’ papar Walker yang kini berusia Walker, 30 tahun.

Pelatih Lyon Rudi Garcia  juga memilih bekerja dalam senyap. Usai mengadang langkah Juventus di 16 besar, Rudi sangat fokus memerhatikan kesiapan timnya melawan Manchester City. Buat Lyon, City bukanlah lawan baru. Tetapi beda dengan Garcia. Ia baru  menjadi penanggung jawab teknis klub pada 2019. Meski demikian, Rudi tahu betul City ingin membalas kekalahannya itu sekaligus merebut tiket semifinal.

Prediksi Line Up

Manchester City

– Ederson,  Walker, Fernandinho, Laporte, Cancelo, De Bruyne, Rodri, D. Silva,  Foden, Yesus, Sterling

Diragukan: Agüero (cedera)

Pemain masuk skuad: Gavin Bazunu

Pemain ke Luar dari skuad: Leroy Sané

Lyon

– Lopes,  Denayer, Marcelo, Marçal,  Dubois, Caqueret, Guimarães, Aouar, Cornet,  Depay, Dembele

Diragukan: Denayer (cedera), Cornet (ceder), Tete (cedera)

Pemain yang masuk ke skuad: Sinaly Diomande, Reo Griffiths, Eli Wissa

Pemain ke Luar dari skuad: Martin Terrier, Lucas Tousart, Mapou Yanga-Mbiwa

Prediksi :

Simon Hart, Reporter City: Bagi City, mengalahkan Madrid terasa seperti momen besar. Itulah kemenangan pertama mereka di babak sistem gugur atas salah satu klub elit dunia. Namun, segera setelah itu, Josep Guardiola dengan cepat menggarisbawahi rasa hormatnya kepada tim Lyon yang mengambil empat poin dari City pada penyisihan grup musim lalu.

Terlepas dari catatan kehati-hatian itu, cara City mengalahkan Madrid sangat bagus. Cara itu juga bisa dilanjutkan saat menghadapi Lyon.

David Crossan, Reporter Lyon: Hampir pasti Lyon tidak akan mengubah pola seperti ketika bermain melawan Juventus. Maxwel Cornet menjadi momok bagi City dua tahun lalu.  Ia telah beradaptasi dengan baik di posisi bek sayap barunya. Bek tengah Marcelo harus konsisten hebat jika OL ingin kembali membuat kejutan, sementara Moussa Dembélé bisa masuk menggantikan Toko Ekambi untuk bermitra dengan mantan pemain Manchester United Memphis Depay di depan. Pemain asal Belanda itu luar biasa dalam kompetisi musim ini.telah beradaptasi dengan baik di posisi bek sayap barunya. Bek tengah Marcelo harus konsisten hebat jika OL ingin kembali membuat kejutan, sementara Moussa Dembélé bisa masuk menggantikan Toko Ekambi untuk bermitra dengan mantan pemain Manchester United Memphis Depay di depan. Pemain asal Belanda itu luar biasa dalam kompetisi musim ini.



Apa Pendapatmu?