Alexa Metrics

Kiprah Petinju Wanita Indonesia, Saatnya Jadi Juara Dunia

Kiprah Petinju Wanita Indonesia, Saatnya Jadi Juara Dunia Felmi Sumaehe

indopos.co.id – Petinju Indonesia, Felmi Sumaehe bakal naik ring pada Kejuaraan Dunia Tinju Wanita di Bitung, Sulawesi Utara, 10 November 2020. Felmi, yang kini menyandang gelar juara WBC Asia akan berduel dengan petinju Argentina, Vanesa Taborda.

Saat ini, Felmi terus berlatih mengasah kemampuan dengan menjalani sparring partner. Dia berharap bisa mewujudkan mimpi meraih gelar juara dunia dengan cara menganvaskan lawan saat di atas ring. “Semoga harapan saya jadi juara dunia bisa terwujud,” ujar Felmi di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Mengenai Vanesa Taborda, lawan yang akan dihadapi nanti, sudah dilihatnya melalui rekaman video. Felmi sudah mengantongi kekuatan lawannya itu, mulai dari teknik hingga cara memukul lewat video pertarungan yang dulu-dulu. “Saya yakin menang dan mudah-mudahan ronde delapan (menang KO). Sekarang persiapan fiaik dan teknik dan saya masih terus dan terus berlatih,” ungkapnya.

Promotor kejuaraan, Martin Daniel menjelaskan, kejuaraan dunia tinju merupakan event yang ditunggu-tunggu. Sebab, pelaksanaan ajang tersebut bertepatan dengan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. “Ini prestasi buat kita, Indonesia. Kalau kita menang akan menghadirkan juara baru perempuan di 10 November,” kata Martin Daniel.

Sebelum menuju kejuaraan dunia, para petinju dibuatkan program sparring untuk mengasah teknik. Program ini harus dilaksanakan mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi nanti bukan petinju sembarangan. “Selanjutnya akan ada sparring untuk mempersiapkan petinju kita. Kita tahu kejuaraan dunia tidak sembarangan, apalagi kita mau merebut juara dunia, pasti punya skil yang bagus,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kejuaraan yang digelar di tengah Covid-19 yang belum mereda, pihaknya tak perlu khawatir. Menurut Martin Daniel, promotor akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan kejuaraan dunia berjalan lancar tanpa hambatan.

“Kami akan koordinasi dengan pemerintah, khsusunya Kemenpora karena ada syaratnya untuk selenggarakannya. Kita tidak akan menyalahi aturan dan siap memgikuti aturan pemerintah. Jangan sampai kejuaraan yang bagus dan menarik salahir aturan, kita tetap sesuai aturan,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Bitung  Maximiliaan Jonas Lomban mengucapkan terima kasih setelah kota yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan dunia tinju. Pihaknya mengaku siap menjadi tuan rumah yang baik bagi petinju yang hadir, baik dalam maupun luar negeri. “Ini akan jadi catatan sejarah. Pertandingan ini menunjukkan petinju kita mampu berbicara di tingkat internasional,” kata Maximiliaan.

Selain Felmi, rencananya ada juga petinju Indonesia lain yang akan tampil. Mereka ada yang ingin memperbaiki peringkat dan menambah wawasan dengan bertemu petinju yang berpengalaman.

Di Bitung, venue yang dipakai pertandingan bukan di tengah kota. Menurut Walikota, pihaknya akan menempatkan arena pertandingan di pinggir laut. “Lokasinya nanti pinggir laut, di kelurahan yang dekat laut samping pelabuhan. Selain kita tonjolkan acara, kami juga akan jual Bitung sebagai destinasi wisata yang ke depan akan jadi tempat kedua setelah Bali,” jelasnya. (bam)



Apa Pendapatmu?