Alexa Metrics

Semester I 2020, Produksi Migas Pertamina Capai 884 MBOEPD

Semester I 2020, Produksi Migas Pertamina Capai 884 MBOEPD Virtual Gathering Pertamina, Sabtu (15/8/2020).

indopos.co.id – Produksi minyak dan gas (migas) PT Pertamina (Persero) pada Juni atau semester I 2020 ini mencapai 884 juta barel minyak ekuivalen per hari atau milion barrel oil of equivalent per day (MBOEPD).

Jumlah ini sama dengan 99 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020.

Chief Executive Officer (CEO) Subholding Hulu PT Pertamina, Budiman Parhusip mengatakan, dari realisasi migas sebesar 884 MBOEPD ini, 414 ribu barel per hari (MBOPD) merupakan produksi minyak dengan rincian 99 MBOPD dari internasional dan 315 MBOPD dari domestik.

“Capaian ini di bawah target yang ditetapkan 421 MBOPD,” ujarnya, pada acara Virtual Gathering Pertamina, Sabtu (15/8/2020).

Sementara produksi gas hingga Juni 2020 mencapai 2.721 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang mencakup 277 MMSCFD internasional dan 2.444 domestik. Ini juga masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 2.742 MMCSFD.

Jika dilihat berdasarkan lifting, realisasi migas hingga Juni 2020 mencapai 723 MBOEPD atau di bawah target 730 MBOEPD.

Raihan ini terdiri dari lifting minyak sebanyak 369 MBOPD yang terdiri 67 MBOPD dari internasional dan 302 MBOPD dari domestik. Jumlah ini masih di bawah target yang ditetapkan 382 MBOPD.

Sedangkan lifting gas hingga Juni 2020 mencapai 2.048 MMSCFD yang mencakup 86 MMSCFD internasional dan 1.962 domestik. Untuk lifting gas ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 2.014 MMCSFD.

“Adapun anak perusahaan hulu yang berhasil melampaui target produksi minyak 2020 sampai Juni adalah PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang mencapai 100,1 persen dari target dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) 100,5 persen,” sebutnya.

Sementara, anak usaha yang melampaui target produksi gas sampai Juni 2020 adalah PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yakni 101,5 persen dari target dan PEPC 102,6 persen.

Dikatakannya, meski dalam kondisi yang mengharuskan efisiensi, Pertamina tetap berhasil melakukan pengeboran eksplorasi sebanyak 8, eksploitasi 156, workover 320 dan well service sebanyak 6.699 sumur.

Sementara Seismic 2D Jambi Merang open area merupakan survei terbesar dalam 10 tahun terakhir se-Asia Pasifik mencakup nilai komitmen kerja pasti USD 239 juta. Hingga Juni 2020 sudah mencapai 27.576 km dari target 30.000 km atau 92 persen di sesimik Bone Tukang Besi.(rmn)



Apa Pendapatmu?