Alexa Metrics

Irjen Napoleon Bonaparte Jadi Tersangka

Irjen Napoleon Bonaparte Jadi Tersangka

indopos.co.id – Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan hilangnya nama Djoko Tjandra di red notice atau notifikasi Interpol. Dua orang tersangka diduga sebagai pemberi hadiah atau janji, sedangkan dua tersangka lainnya diduga sebagai penerima.

Dua orang yang diduga menerima hadiah atau janji terkait red notice Djoko Tjandra adalah Brigjen Prasetijo Utomo dan mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Napoleon Bonaparte.

Sedangkan pemberi hadiah atau janji pada kasus itu, yakni Djoko Tjandra sendiri dan Tommy Sumardi. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi terkait pengurusan penghapusan “red notice” atas nama Joko Sugiarto Tjandra (JST) atau Djoko Tjandra.

”Penetapan tersangka terbagi dua, selaku pemberi dan selaku penerima,” ujar Argo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/8).

Argo mengatakan, sebagai diduga pemberi ditetapkan dua orang tersangka, yakni JST dan seseorang berinisial Tommy Sumardi (TS). Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 5 ayat 1, Pasal 13 UndangUndang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP.

Sedangkan sebagai diduga penerima, ditetapkan dua orang tersangka, yakn i Inspektur Jend eral Napoleon Bonaparte (NB) dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo (PU). ”Selaku penerima itu yang kami tetapkan tersangka adalah saudara PU dan kedua adalah saudara NB,” ucap Argo.

NB dan PU dikenakan Pasal 5 Ayat 2, Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP.

”Ancaman hukuman adalah lima tahun dan saat ini kami masih dalam proses penyidikan berikutnya setelah kita menetapkan tersangka,” kata Argo. Selain NB dan PU, sebelumnya Bareskrim Polri juga telah menetapkan Anita Dewi Anggraeni Kolopaking (ADK) sebagai tersangka kasus surat jalan palsu.

Anita merupakan salah satu kuasa hukum Djoko Tjandra. Lebih lanjut Argo mengatakan dalam kasus tersebut, tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri telah memeriksa 19 orang saksi. Selain itu, Polri juga mengamankan barang bukti berupa uang senilai 20 ribu dollar AS, surat-surat, handphone, laptop, dan rekaman CCTV.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencopot tiga petinggi Polri dalam perkara terbitnya surat jalan, penghapusan “red notice”, serta surat sehat bebas COVID-19 milik Djoko Tjandra. Tiga perwira tinggi yang dicopot masing-masing Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Wibowo.

Bareskrim Polri telah menetapkan Prasetijo Utomo sebagai tersangka dalam kasus surat palsu yang diterbitkannya untuk Djoko Tjandra. Terkait kasus dugaan gratifikasi terkait pengurusan penghapusan “red notice” Djoko Tjandra, pada Kamis (6/8) Dittipidkor Mabes Polri menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan Argo menyebut bahwa dugaan tindak pidana pada kasus ini yakni pemberian dan penerimaan hadiah terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra yang terjadi sekitar bulan Mei hingga Juni 2020. (gin/ant)



Apa Pendapatmu?