Alexa Metrics

Insan Muda PTPP Menangkan Social Innovation

Insan Muda PTPP Menangkan Social Innovation crot

indopos.co.id – Wabah Pandemi COVID-19 telah merontokkan sendi perekonomian dunia termasuk Indonesia. Salah satu pengaruh wabah itu, ancaman kelangkaan bahan pangan. Petani menjadi golongan rentan terdampak sebagai produsen bahan pangan terdepan tumpuan semua orang.

Untuk membantu para petani menghadapi wabah pendemi itu, ekstensifikasi dengan pemanfaatan lahan non pertanian semakin meningkat. Intensifikasi pertanian merupakan usaha pendukung untuk meningkatkan hasil produksi pertanian terutama sayuran.

Pemanfaatan lahan non-pertanian dapat didukung dengan intensifikasi pertanian. Salah satunya yaitu teknologi hidroponik. Teknologi hidroponik inovasi budidaya tanaman tanpa media tanah.

Namun, memanfaatkan nutrisi, air, dan bahan porus sebagai media tanam. Untuk meminimalisir kondisi lingkungan non ideal bagi tanaman, teknologi hidroponik terbukti sangat efisien dan dapat menjadi solusi.

Dengan kondisi geografis pulau Sumba sebagian besar berupa perbukitan dan curah hujan rendah, mayoritas warga menggantungkan kebutuhan air melalui sejumlah sumber mata air. Misalnya, sungai atau sumur sangat dalam.

Sementara itu, sepanjang pesisir pantai telah tersedia air laut sangat melimpah. Ketika air laut dikonversi menjadi air bersih melalui proses reverse osmosis, hasil air bersih ini sangat bagus untuk pengairan hidroponik. Dengan begitu, pemilihan teknologi Reverse Osmosis (RO) salah satu opsi tepat. Selain itu, apabila hasil air RO berlebih, dapat dimanfaatkan sebagai sumber air cadangan bagi warga sekitar.

Pada 2019, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan konservasi Energi (EBTKE) merilis infografis berisi prognosis rasio elektrifikasi. Sampai Agustus 2019 telah mencapai angka 98,86 persen. Pada infografis itu, dapat dilihat rasio elektrifikasi provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 73 persen, terendah di Indonesia di bawah Papua (Kementerian ESDM, 2019).

Padahal, nilai irradiance sinar matahari Sumba, NTT di atas 5 kWh/m2 dan potensi kapasitas solar panel terpasang tertinggi di Indonesia. Yaitu mampu menghasilkan lebih dari 4,2 kWp daya listrik (Solar GIS, 2018).

Jadi, solar panel teknologi tepat sebagai sumber energi terbarukan dalam menjalankan operasi greenhouse. Solar panel akan dipasang pada greenhouse itu, diharap dapat memanfaatkan warga sekitar untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.

Nah, merespons fakta itu, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka Indonesia PT PP (PTPP), mengerahkan daya dan upaya untuk mengatasi persoalan tersebut.

Pada kegiatan BUMN Millennial Innovation Summit (MIS) 2020, tim perusahaan mengajukan paparan untuk pengembangan sistem pertanian hidroponik memakai sistem hybrid sebagai sumber energi listrik. Terdiri dari Grid PLN dan energi terbarukan menggunakan panel surya.

Untuk memenuhi kebutuhan air, pertanian hidroponik yang akan dibangun dilengkapi reverse osmosis dapat menyuling air laut menjadi air bersih. Sehingga, inovasi “Automatic Solar Hydroponic with Reverse Osmosis: Actualizing Renewable Energy Project For Sustainable Agriculture To Relieve Hunger In Sumba Island” merupakan salah satu inovasi tepat untuk mengatasi permasalahan pangan, air dan listrik di Pulau Sumba.

Dengan hasil itu, pada hajatan BUMN MIS 2020, insan muda perseroan tampil sebagai Runner Up Social Innovation. Setelah melalui proses penjurian ketat, seluruh finalis mempresentasikan inovasi terbaik di hadapan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dan para Direksi BUMN.

Acara pada Sabtu (1/8/2020) itu, dihadiri Direktur Utama Perseroan Novel Arsyad dan Direktur Operasi 3 Perseroan Eddy Herman. Inovasi sistem pertanian hidropnonik memakai energi terbarukan di Pulau Sumba, membawa tim perseroan meraih juara dua kategori social innovation.

Sebelumnya, perseroan berhasil masuk tiga besar kategori Social Innovation dari 8.000 (delapan ribu) inovasi seluruh BUMN Indonesia. Sistem pertanian hidroponik ini didapuk dapat meningkatkan permasalahan pangan, air, dan listrik Pulau Sumba, NTT.

”Kami bangga tim perseroan keluar sebagai Runner Up Social Innovation pada ajang BUMN MIS 2020,” tutur Direktur Utama PTPP Novel Arsyad, di Jakarta, Minggu (16/8/2020).

Sekadar diketahui, ajang BUMN MIS 2020 digeber Kementerian BUMN. BUMN MIS 2020 merupakan ajang temu inovasi dan penghargaan bagi para pekerja muda di lingkungan BUMN. Dengan kegiatan millenial di perusahaan BUMN diharapkan mampu menjadi agen pembangunan bangsa yang membanggakan.(mdo)



Apa Pendapatmu?