Alexa Metrics

BIN Sukses Reintegrasi Eks Napiter Kembali ke Masyarakat

BIN Sukses Reintegrasi Eks Napiter Kembali ke Masyarakat PEMBINAAN-Acara ‘Ngopi Bareng dengan Eks Napiter Bersama Wawan Hari Purwanto’ di Pondok Pesantren Wirausaha Agrobisnis Abdurrahman bin Auf, Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. Foto : Ist/BIN

indopos.co.id- Badan Intelijen Negara (BIN) memiliki cara jitu yang sukses membawa perubahan dan merintegrasi para eks napi teroris (napiter) menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan keluarganya. Hal itu untuk menangkal aksi terorisme lanjutan eks napiter terkait paham radikal yang telah ditanamkan dalam diri mereka.

Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menjelaskan, cara tersebut melalui pembinaan menyeluruh dan consider pada bagaimana menciptakan kembali sosok paling berbahaya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negara kesatuan Republik Indonesia (RI).

“Setelah kita bicara panjang lebar, melakukan pendekatan karena tak kenal maka tak sayang, ternyata para eks napiter ini baik-baik, ada kesepahaman yang bisa dijalin dan mau kembali ke Ibu Pertiwi, tidak lupa jalan kembali, kemarin itu hanya khilaf,” katanya.

Selain melalui pembinaan dan edukasi, BIN juga menggelar kegiatan bincang hangat. Sebagai contoh acara ‘Ngopi Bareng dengan Eks Napiter Bersama Wawan Hari Purwanto’ di Pondok Pesantren Wirausaha Agrobisnis Abdurrahman bin Auf, Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

Acara ini dihadiri para eks napiter yang sudah memiliki keterampilan dan mendulang keberhasilan. Mereka diharapkan dapat berbagi pengalaman. Dalam acara ini juga terdapat sesi pemberian sejumlah bantuan berupa dana pembinaan, serta budidaya ikan dan ternak kambing demi menunjang kehidupan ekonomi para eks napiter.

“Tapi setelah ada binaan seperti ini bisa ternyata bisa mandiri, alhamdulillah salah satu contoh eks napiter yang sukses kita ada Mas Paimin, bahkan sekarang beliau sudah bisa membangun wadah binaan dilingkungan tempat tinggalnya,” kata Wawan menceritakan sosok Paimin sekarang pasca kembali ke masyarakat.

Menurut Wawan, eks Napiter seharusnya tidak dikucilkan. Bila tidak dirangkul dan dibimbing maka akan sangat berpotensi kembali ke kelompok jaringan teroris.

“Kita juga berharap kepada saudara-saudara kita yang belum kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi bisa jadikan mas Paimin serta rekan eks Napiter lain sebagai contoh,” tuturnya.

Segala bentuk kesulitan dan kerja keras yang dilakukan BIN kini telah menuai hasil yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dengan kehidupan para eks napiter menjadi sosok yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka membangun kembali kehidupannya yang baru sebagai masyarakat tentram dan mencintai negerinya.

Paimin, pria yang dulu sempat terjerumus dalam jaringan terorisme setelah terdoktrin dari mengikuti pengajian yang radikal, kini dia hidup tentram bersama istri dan empat orang anak di kampung halamannya Desa Maron, Kelurahan Karanganyar, Sambung Macan, Sragen, Jawa Tengah. Ia memiliki usaha peternakan ikan.

“Alhamdulillah sekarang saya bisa kembali menjadi rakyat. Dan alhamdulillah juga saya di support oleh masyarakat sekitar kanan kiri (rumah, Red) saya, sampai saya bisa jalankan satu wadah kelompok Peduli Lingkungan Sekitar (PLS) yang kini sudah berjalan empat bulan sukses dan sekarang sudah pada tahapan dinas setempat mau masuk untuk ikut bantu saya,” ujar Paimin.

Eks napiter lain yang juga smendulang kesuksesan adalah Priyatmo alias Mamo. Mamo merupakan mantan narapidana atas kasus kepemilikan senjata yang diselundupkan dari Filipina ke Indonesia melalui Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur pada 2011. Kini Priyatmo telah memiliki usaha sendiri melalui program PopWarung dan berbagai usaha lainnya yang berlokasi di Jenawi, Karanganyar.

BIN juga memberi edukasi dan pelatihan rutin yang diimplementasikan melalui pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) yang diberikan pada eks Napiter. Sehingga program pembinaan serta pemberdayaan usaha mikro tersebut juga diakui menjadi langkah terbaik oleh para eks napiter. (mdo)



Apa Pendapatmu?