Alexa Metrics

Akademisi Apresiasi Pembagian Masker oleh PKK dan IKAPTK

Akademisi Apresiasi Pembagian Masker oleh PKK dan IKAPTK Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pusat Tri Tito Karnavian dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional IKAPTL (Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan) Akmal Malik saat launching virtual Gebrak Masker.

indopos.co.id – Gerakan Bersama Bagi Masker (Gebrak Masker) yang dilaksanakan Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Dukungan tersebut datang dari Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Dr. Juanda, SH.MH. yang mengatakan, program Gebrak Masker sebagai bentuk konkret dalam mengatasi penularan COVID-19.

“Gerakan dan program serta kebijakan TP PKK untuk ikut membantu menyosialisasikan dan membagikan masker di seluruh indonesia adalah sangat perlu di dukung dan diapresiasikan sebagai bentuk konkret dan nyata guna membantu pemerintah menangani COVID-19,” ujarnya, melalui pesan WhatsApp, Senin (17/8/2020).

Keputusan Presiden Joko Widodo dinilai tepat dalam memberikan arahan langsung kepada PKK untuk sosialisasikan dan membagikan masker kepada masyarakat. Pasalnya, program tersebut akan menjangkau banyak masyarakat karena keberadaan kader PKK ada di seluruh Indonesia.

“Kepedulian ibu-ibu PKK dimaksud salah satu gerakan yang dapat menjangkau dan melibatkan banyak warga sampai ke RT (rukun tetangga) dan RW (rukun warga) di Kelurahan dan Desa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKAPTK Akmal Malik mengatakan, organisasi yang dipimpinnya beranggotakan 65 ribu orang di seluruh Indonesia. Anggota IKAPTK ada yang menjabat Lurah hingga Dirjen. Bahkan ada yang menjadi Gubernur, Bupati, Wali Kota dan anggota legislatif.

“Kebersamaan PKK dengan IKAPTK maupun komponen masyarakat lain dalam menjalankan program Gebrak Masker ini akan sangat efektif dalam menekan penularan virus Corona,” ujar Akmal yang juga menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini.

Sementara itu, Prof. Marcus Priyo Gunarto Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gajahmada menyatakan, arahan Presiden Jokowi membagi masker dan sosialisasi protokol kesehatan melalui PKK merupakan langkah yang tepat. Gerakan PKK merupakan gerakan nasional yang sudah sampai ke kampung-kampung.

“Dengan melibatkan ibu-ibu maka gerakan menggunakan masker akan lebih cepat terlaksana secara meluas, karena kalau ibu-ibu yang mengingatkan terhadap anggota keluarga akan lebih mengena dan ditaati,” ucapnya.

Arahan Presiden ini juga, menurutnya, sejalan dengan 10 Pokok Program PKK, yaitu Program Kesehatan dan Perencanaan sehat.

“Dalam program kesehatan setiap orang mempunyai tugas kewajiban dan bertanggung-jawab untuk memelihara kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. Sementara perencanaan sehat mencakup antara lain upaya meningkatkan kemampuan keluarga untuk mengelola keuangan keluarga secara efektif, efisien dengan memperhatikan kepentingan masa depan,” jelas Marcus.

Sekadar diketahui, dalam menggulirkan arahan Presiden Joko Widodo, Ketua TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian melepas Gebrak Masker bersama seluruh kader se-Indonesia. Didukung penuh oleh IKAPTK melalui Kegiatan Kampanye Hidup Sehat Melalui Budaya Memakai Masker “Gebrak Masker”.

Sebelumnya, Tri telah meresmikan kegiatan PKK Gebrak Masker di Indramayu sebanyak 2 juta masker, Jawa Timur 26 juta masker, Depok 2 Juta masker, Kuningan 1 juta masker dan Sulawesi Utara.

Kegiatan launching serentak tersebut dilaksanakan seusai memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke-75, di Command Center Gedung B Lantai 2 Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara nomor 7, Jakarta Pusat.(mdo)



Apa Pendapatmu?