Alexa Metrics

Liverpool Tak Ada Duanya

Liverpool Tak Ada Duanya

Indopos.co.id – Kompetisi Liga Inggris yang karib dengan sebutan English Premier League akhirnya selesai. Butuh waktu 11 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu. Semuanya garagara pandemik Covid-19. Liverpool juara setelah 30 tahun menunggu. Duo Manchester menyusul di bawahnya. City di tempat kedua. MU di peringkat tiga. watford, Bournemouth, dan norwich City harus turun kelas. Ketiganya merumput di Divisi Championship musim depan.

Statistik yang sering kita lihat adalah gol dan assis, tetapi ada beberapa tokoh penting yang terkadang terabaikan yang telah memainkan peran besar dalam keberhasilan atau matinya tim. Setelah 38 pertandingan, beberapa angka dapat menjelaskan kedudukan liga terakhir, tetapi mereka juga dapat menceritakan kisah yang sangat berbeda. Sportsmail telah melihat beberapa statistik paling menarik dari musim Liga Premier yang penting.

Pencetak Gol

Siapa yang paling diandalkan klub Anda musim ini? Setiap klub punya jimat kartu AS masing-masing. Ada sejumlah pemain yang jadi penyelamat klub di saat-saat genting. Salah satu pemain yang layak menyandang predikat itu adalah striker Southampton Danny Ings. Sejak akhir tahun lalu, peran Danny Ings sangat vital.

Produktivitas dan gol-golnya menyelamatkan The Saint dari jurang degradasi. Produktivitas Ings akhirnya mengantar The Saint ke urutan 11. Belakangan muncul imbauan agar Ings kembali ke timnas. Dengan 22 gol, Ings menyumbang 43,1 persen total gol The Saint. Tujuh gol di antaranya dilesakkan sejak restart sebelum ia terkena akumulasi kartu kuning.

Shooting

Mohamed Salah mungkin tidak bisa mempertahankan sepatu emasnya musim ini. Bintang Mesir yang bermain di Liverpool tercatat melesakkan 132 tembakan dengan 59 di antaranya on target atau tepat sasaran. Di tempat kedua adalah Jimenez dari Wolves, yang menghasilkan 118 tembakan, 44 tepat sasaran, sementara Gabriel Jesus melakukan 101 upaya untuk Man City, dengan 48 pada sasaran.

Operan

Ini boleh jadi debat yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan di antara para pendukung. Siapa sebetulnya pemain yang jago passing atau master utama Liga Premier? Anda biasanya akan memilih gelandang tengah yang hebat dalam mengatur tempo, tetapi tahukah Anda, yang  memimpin tabel passing musim ini sebenarnya adalah bek Liverpool Virgil van Dijk.

Bintang Belanda ini bermain jauh lebih banyak daripada yang lain dengan 3.253, dengan tingkat keberhasilan 89,15 persen. Begitu banyak serangan Li verpool dimulai dari bek tengah yang lalu mendistribusikannya kepada pemain lain.

Nomor dua – dan secara statistik passing yang paling akurat – adalah Rodri dari Man City. Dia dibawa Pep Guardiola dari Atletico musim panas lalu untuk membawa filosofi menjaga bola setiap saat. Dan, secara statistika, cita-cita Pep itu kesampaian. Pemain Spanyol itu bermain selama 2.580 menit musim ini  dengan akurasi 92,83 persen.

Intersep

Sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberikan umpan adalah kemampuan untuk menghentikannya. Seringkali statistik utama yang kita lihat setelah setiap minggu pertandingan adalah gol, asis, dan clean sheet.

Tetapi melakukan intersep sangat penting dalam menghentikan serangan dan memulai serangan Anda sendiri. Leicester mengesankan semua orang musim ini ketika mereka naik ke papan atas sejak awal. Harap diingat itu berkat jasa gelandang cox to box asal Nigeria Wilfried Ndidi.

Ia membuat 80 interseps untuk The Foxe. Buktinya, Leicester ada di urutan lima besar. Bournemouth mungkin telah terdegradasi tetapi bek kiri mereka Diego Rico melakukan semua yang dia bisa untuk mencegah serangan. Ia membuat intersep kedua terbanyak dengan 79, sementara Declan Rice dari West Ham bikin orang maklum mengapa Chelsea dan Manchester United begitu bernafsu mendapatkannya Rice membuat 78 passing intersep.

Penyelamatan

Statistik untuk penyelamatan seringkali bikin orang mengernyitkan dahi. Nah, pahlawan di bawah mistar gawang musim ini adalah kiper Newcastle,  Martin Dubravka. Dia melakukan 140 penyelamatan untuk membantu Newcastle kebobolan lebih banyak gol.

Penjaga gawang asal Slovakia memiliki rasio penyelamatan sebesar 70,56 persen, juga mencatat 11 clean sheet. Urutan berikutnya dipegang Tim Krul  yang tidak bisa menyelamatkan Norwich dari degradasi. Krul menahan 132 tembakan dengan rasio rata-rata 65,66 persen.

Aaron Ramsdale yang santer akan ke Tottenham akhir-akhir  berada di peringkat berikutnya. Sayang, Bournemouth harus degradasi. Ia melakukan 129 penyelamatan dengan rasio 67,02 persen.

Konversi tembakan

Liverpool adalah juara musim ini. Oleh karena itu, tidak mengejutkan mereka adalah yang paling super sebagai tim. Pasukan Jurgen Klopp diberkati dengan sejumlah opsi serangan berkualitas seperti Mohamed Salah, Sadio Mane,  dan Roberto Firmino.

Mereka mengambil peluang lebih dari tim lain musim ini dengan 591 tembakan, dengan 14,38 persen berujung gol. Arsenal yang akhirnya hanya menempati urutan delapan harus bersyukur karena mereka memiliki Aubameyang. The Gunners menghasilkan total 406 tembakan dengan 13,79 persen di antaranya masuk.

Liverpool memiliki rasio konversi tembakan terbaik dengan 14,38 persen dalam perjalanan untuk memenangkan gelar Sedangkan Spurs memiliki lebih banyak tembakan dengan 444 tetapi memiliki tingkat konversi yang sedikit lebih rendah yaitu 13,74 persen.

Manchester City yang gelarnya dirampas Liverpool musim ini memiliki tembakan jauh lebih banyak daripada siapa pun dengan 745. Sayangnya untuk pasukan Guardiola, hanya 13,69 yang menemukan sasaran. Dengan kata lain, banyak tembakan yang terbuang sia-sia atau tidak efektif.  (*)



Apa Pendapatmu?