Ingin Tingkatkan Kesejahteraan, Petani Tuba Ikuti Sekolah Lapang IPDMIP

indopos.co.id – Petani di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung mengikuti Sekolah Lapang (SL) yang digelar proyek Integrasi Partisipasi Pertanian dan Manajemen Irigasi atau Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). Program tersebut mendorong pengelolaan irigasi secara integratif dan partisipatif, mengedepankan kemajuan serta kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang, Sumarno mengatakan, program IPDMIP ini dilaksanakan di 16 provinsi yang ada di tanah air. Diantaranya, Provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Lampung, serta 13 provinsi lain. Pelaksanaan kegiatan itu menjadi perhatian khusus Pemkab Tulang Bawang karena kegiatan itu merupakan pengelolaan irigasi untuk memajukan pertanian di setiap abupaten/ota.

Baca Juga :

“Tujuannya meningkatkan kemampuan petani maka lokasi pelaksana kegiatan IPDMIP harus lebih baik dan lebih maju dalam segala bidang dibanding yang lain,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (16/8/2020).

Menurut Sumarno, IPDMIP bertujuan memberdayakan petani melalui Poktan yang berfungsi untuk maksimal dalam kegiatan usaha tani. Mengingat Kabupaten Tulang Bawang merupakan wilayah pertanian yang cukup besar di Provinsi Lampung.

Baca Juga :

Petani Tuba Ikuti Sekolah Lapang IPDMIP

Dijelaskan Sumarno, kegiatan pembelajaran SL dari IPDMIP untuk menerapkan metode Pendidikan Orang Dewasa (POD/Andragogi). Metode ini mengedepankan proses pelibatan peserta didik dewasa ke dalam struktur pengalaman belajar yang sistematis dan berkelanjutan.

Tak sampai di sana, lanjut Sumarno, dalam peninjauan itu pihaknya melihat demo tanam (Demplot) dari kegiatan SL berupa penanaman padi sistem Jejer Legowo seluas satu hektar yang ditanam pada 26 Juli 2020, lalu. Pelaksana dari Poktan Tani Makmur pola tanam 4 berbanding 1 dengan benih Mapan 05.

Baca Juga :

“Kami harapkan petani melakukan sistem tunda jual sekitar dua bulan sehingga harga gabah atau beras bisa bersaing. Nah dari sini petani mendapat laba yang layak,” paparnya, saat didampingi Kasi Metode dan Informasi, Distan Tulang Bawang, Doni Setiawan dan Koordinator KJF H Samidi.

Diakui Sumarno, pelatihan IPDMIP ini sejalan dengan tekad Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang memberi perhatian serius terhadap kegiatan tersebut. Lantaran tujuan utama IPDMIP guna meningkatkan ketahanan pangan terutama di tengah pandemi Covid-19 serta kesejahteraan petani.

Karena itu, Sumarno mengingatkan, jika pertanian merupakan sektor yang masih dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sebab itu pula kegiatan IPDMIP diharapkan menjadi stimulan dan penyemangat petani untuk tetap berproduksi.

Hal senada juga dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi. Ditegasjannya, IPDMIP berupaya meningkatkan nilai pertanian beririgasi secara berkelanjutan. “Salah satu aspek terpenting pertanian, ketersediaan air. Lewat IPDMIP, produktivitas dan nilai pertanian akan ditingkatkan dengan cara irigasi berkelanjutan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), Leli Nuryati menuturkan, IPDMIP itu dilaksanakan pada 74 kabupaten di 16 Provinsi. Di wilayah tersebut memiliki luas total area pertanian sebesar 875.249 hektar yang meliputi 778 daerah irigasi dan jaringan irigasi yang direhabilitasi seluas 330.037 hektar.(cok)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.