Alexa Metrics

Australia Pasca Kebakaran

Australia Pasca Kebakaran

indopos.co.id – Akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, Australia harus menghadapi kebakaran hutan luar biasa yang menghanguskan sekitar 18 juta hektar lahan dan merusak kehidupan liar di dalamnya. Jutaan hewan mati terbakar dan sekitar 3 miliar hewan terluka, ribuan rumah serta gedung juga habis terbakar.

BanyaK hal berubah setelah kebakaran hutan yang terjadi di Australia. Dari sisi ekologis dan keanekaragaman hayati contohnya, meskipun jutaan hewan telah dilaporkan mati akibat kebakaran, jutaan lainnya diperkirakan akan kesulitan bertahan selama beberapa bulan pasca kebakaran akibat hilangnya habitat dan sumber makanan.

Kesehatan masyarakat di Australia juga menjadi salah satu kekhawatiran akibat polusi dari asap tebal yang meningkat dan disebabkan oleh kebakaran itu. Menurut laporan pada Januari 2020, kota Canberra di Australia mencatatkan tingkat kualitas udara terburuk di antara kota-kota besar di dunia.

Menurut World Meteorological Organization, asap dari kebakaran hutan di Australia telah melintasi pasifik dan bahkan mencapai antartika. Kebakaran itu menyebabkan kualitas udara di kota-kota besar di Australia berada di titik terendahnya. Selandia Baru dan kota-kota di Amerika Selatan juga terkena dampak setelah asap mencapai Argentina dan Chili.

Kebakaran tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik. Banyak warga Australia yang mengalami trauma akibat evakuasi darurat yang harus mereka hadapi. Mereka juga mengalami kesulitan setelah kehilangan rumah, hewan peliharaan, hewan ternak, dan sumber mata pencaharian lainnya.

Beberapa komunitas bahkan mengalami kesulitan ketika mereka diharuskan segera mengungsi dalam kondisi listrik yang sudah mati dan stasiun-stasiun pengisian bahan bakar sudah tidak lagi beroperasi. Kondisi jalan yang macet dan membuat orang-orang di daerah berisiko tinggi juga meninggalkan trauma tersendiri.

Ekonomi jelas menjadi salah sa tu sektor yang terdampak akibat kebakaran di Australia. Infrastruktur yang rusak bahkan berdampak hingga ke sektor pertanian dan pariwisata. Banyak bisnis dan institusi yang diharuskan menutup pintu mereka selama periode tingkat polusi udara yang berlebihan. (fay)



Apa Pendapatmu?