Alexa Metrics

Hagia Sophia, Simbol Kekuasaan dan Keagamaan

Hagia Sophia, Simbol Kekuasaan dan Keagamaan Hagia Sophia

indopos.co.id – Hagia Sophia adalah sebuah bangunan dengan keajaiban arsitektur luar biasa yang terletak di Istanbul Turki yang telah berusia 1.500 tahun. Seperti menara Eifel di Paris dan Koloseum di Roma, Hagia Sophia juga telah menjadi simbol abadi bagi kota kosmopolitan itu. Telah difungsikan sebagai museum selama 80 tahun, struktur termegah di Istanbul itu kini berubah menjadi masjid.

Bangunan megah itu awalnya berfungsi sebagai gereja Byzantium yang dibangun pada abad ke-6. Pada tahun 1453, gereja itu diubah menjadi masjid oleh Ottoman Sultan Mehmet II, yang juga bergelar Caesar of the Romans, sesuai dengan penaklukannya atas Kekaisaran Bizantium. Bangunan itu tetap masjid sampai 1934, sampai akhirnya diubah menjadi museum oleh Presiden Turki pada saat itu, Mustafa Kemal Ataturk.

Hagia Sophia, Simbol Kekuasaan dan Keagamaan

Sebagai salah satu lokasi wisata terbesar di Turki, Hagia Sophia telah dikunjungi oleh sekitar 3,7 juta wisatawan pada 2019. Meskipun telah beralih fungsi menjadi masjid, Hagia Sophia tetap bisa dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara maupun agama.

Ketika menjadi museum, bangunan itu mengharuskan membayar biaya masuk. Tetapi sekarang, sebagai tempat ibadah, Hagia Sophia tidak akan menetapkan biaya masuk. Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, mengatakan pada Anadolu Agency bahwa membuka Hagia Sophia untuk beribadah tidak akan membuat wisatawan lokal atau asing dilarang mengunjungi situs tersebut.

Hagia Sophia, Simbol Kekuasaan dan Keagamaan

“Semua masjid utama kami seperti Masjid Biru, Masjid Fatih, dan Masjid Suleumaniye, akan dibuka untuk pengunjung dan orang yang akan beribadah,” jelasnya.

Namun, pengalihfungsian Hagia Sophia mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak. Direktur Jenderal UNESCO mengaku sangat menyesalkan keputusan pemerintah Turki, yang dibuat tanpa diskusi sebelumnya, untuk mengubah status Hagia Sophia.

Hagia Sophia, Simbol Kekuasaan dan Keagamaan

“Sangat disesalkan bahwa keputusan Turki dibuat tanpa bentuk dialog atau pemberitahuan sebelumnya. UNESCO menyerukan kepada pihak berwenang Turki untuk memulai dialog tanpa penundaan, untuk mencegah efek merugikan pada nilai universal warisan yang luar biasa ini, kondisi konservasi yang akan diperiksa oleh Komite Warisan Dunia pada sesi berikutnya,” kata UNESCO dalam pernyataan pada 10 Juli.

Pemerintah Turki telah menyatakan bahwa, meskipun layanan keagamaan Muslim akan dilanjutkan di situs itu, Hagia Sophia akan tetap terbuka untuk pengunjung dari semua bangsa dan agama, layaknya Katedral Notre Dame di Paris, yang telah aktif menjadi gereja Katolik sekaligus objek wisata dan Situs Warisan Dunia UNESCO. Juru bicara Erdogan juga menyatakan bahwa ikonografi Kristen di dalam Hagia Sophia akan terus dilestarikan seperti yang telah terjadi sejak tahun 1930-an. (fay)



Apa Pendapatmu?