Alexa Metrics

Kasus COVID-19 Pekanbaru Naik Signifikan

Kasus COVID-19 Pekanbaru Naik Signifikan Sejumlah warga menggunakan rompi merah menandakan telah melakukan pelanggaran ketertiban protokol kesehatan untuk mencegah wabah Covid-19 di Pekanbaru, Riau, Selasa (11/8). (Foto: ANTARA/HO-Pemkot Pekanbaru/aa. (Handout Pemkot Pekanbaru)

indopos.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, butuh laboratorium biomolekuler untuk memeriksa sampel tes usap (swab) Covid-19. Itu penting untuk mempercepat penanganan kasus Virus Corona.

”Kebutuhan laboratorium itu mendesak. Saat ini, pengiriman sampel usap hanya ke laboratorium biomolekuler Provinsi Riau, di RSUD Arifin Achmad,” tutur Wali Kota Pekanbaru Firdaus, di Pekanbaru, Selasa (18/8).

Sejak beberapa pekan terakhir, terjadi penambahan kasus positif Covid-19. Pekanbaru butuh penanganan cepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan tersebut. Sedang uji usap diperlukan, sebagai cara memperoleh bahan pemeriksaan (sampel) dan usapan dilakukan pada nasofaring atau orofarings. Pengambilan itu, dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings memakai alat seperti kapas lidi khusus. ”Tes usap lebih rumit dan memakan waktu. Sedang hasilnya bisa positif atau negatif,” imbuhnya.

Selama ini, tes usap terus dilakukan, jumlah sampel dikirimkan terus meningkat setiap hari ke laboratorium biomolekuler milik RSUD Arifin Ahmad. Karena itu, pengadaan laboratorium biomolekuler dapat segera direalisasikan agar Pemkot Pekanbaru memiliki laboratorium untuk melakukan tes usap.

Dinas Kesehatan Riau, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat. Berdasar data terkini, jumlah kasus sudah mencapai 1.017 kasus. Ada tambahan tiga orang dari pegawai kantor imigrasi Kota Pekanbaru. ”Ada 258 dirawat dan 125 orang menjalani isolasi mandiri,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Riau, dr Mimi Yuliani Nazir.

Nah, dari jumlah itu, ada 618 orang sembuh, sedang 16 orang meninggal. Kasus terduga (suspek) Covid-19 mencapai 11.372. Itu terdiri atas 48 orang diisolasi di rumah sakit, dan 5.394 isolasi mandiri. Suspek meninggal dunia ada 20 orang. Jumlah kasus terkonfirmasi meningkat beberapa pekan terakhir karena kesadaran warga sangat kurang untuk menerapkan protokol kesehatan.

Pemkot Pekanbaru akhirnya memutuskan untuk menerapkan sanksi berupa denda Rp250 ribu bagi warga tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. ”Tidak bosan-bosannya kami meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Gunakan masker, jaga jarak dan sering-sering mencuci tangan,” imbuhnya.

Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di antaranya pegawai Kantor Imigrasi Kelas IA Pekanbaru. Kantor itu, sementara ditutup dan seluruh pegawai menjalani tes usap (swab). Setiap orang sempat mengunjungi kantor imigrasi Pekanbaru untuk memeriksakan diri atau isolasi mandiri. Dua pegawai imigrasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri. ”Sedang satu lagi dirawat di RSUD Arifin Achmad Kota Pekanbaru,” tambah Kasub Humas Kanwil Kemenkumham Riau Koko Syawaludin Sitorus.

Virus Corona penyakit menular. Sebagian besar orang tertular Covid-19 akan mengalami gejala ringan, sedang, dan pulih tanpa penanganan khusus. Sedang cara penyebaran virus terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) dihasilkan saat orang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas.

Droplet itu, terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara. Dengan begitu, dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya. Manusia dapat tertular saat menghirup udara mengandung virus kalau berada terlalu dekat dengan orang sudah terinfeksi Covid-19. Penularan juga bisa terjadi kalau menyentuh permukaan benda terkontaminasi lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. (ant)



Apa Pendapatmu?