Alexa Metrics

Jelang Semifinal Liga Champions, Lyon Siap Ladeni Muenchen

Jelang Semifinal Liga Champions, Lyon Siap Ladeni Muenchen

indopos.co.id – Lyon kembali menuai prestasi bagus pada musim kompetisi kali ini. Inilah semifinal kedua klub asal Liga Prancis, yang oleh sebagian besar masyarakat Eropa disebut-sebut sebagai Farmer League atau Liga Petani.

Mengapa? Asumsi tersebut muncul karena Paris Saint Germain yang bermarkas di ibu kota Prancis dianggap begitu mudah memanen poin ketika bertanding. Klub-klub Liga Prancis lain dianggap sebagai semaian lahan subur yang kemudian dimanfaatkan PSG untuk meraih gelar demi gelar domestik.

Lyon kali pertama menembus semifinal Liga Champions pada 2009/10. Bagi Lyon, melaju ke semifinal kali ini seolah-olah mimpi. Inferioritas itu juga seolah-olah kian menjulang melihat kiprah terakhir calon rivalnya nanti adalah Bayern Munich. Munich mendapat apresiasi tinggi usai melemparkan Barcelona ke tempat sampah tanpa prestasi dengan delapan gol.

‘’Tetapi kami tetap menikmati keadaan underdog ini. Ibarat anak TK, kami anggap partai semifinal ini sekadar taman bermain. Kami ingin menghibur diri menyambut pramusim,’’ ucap pelatih Lyon Rudi Garcia kepada media Prancis, Selasa (18/8).

Bila sang pelatih memilih merendah, tidak demikian halnya dengan pemain. Pencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-1 dari Manchester City Sabtu pekan lalu, Maxwel Cornet,  memberikan ancaman lain. Langkah Lyon juga serasa enteng setelah kemenangan atas City itu. Pemain Pantai Gading itu memberi tahu UEFA.com bagaimana Lyon mendapatkan tempat mereka di level ini.

‘’Jadi, kami tidak mau berhenti bermimpi sampai di sini. Kami ingin sesuatu yang lebih jauh,’’ ucap pemain yang sudah mencetak empat gol di Liga Champions. Menariknya, empat golnya itu semuanya dilesakkan ke gawang City.

Duel semifinal di Estadio Jose Alvalade Lisbon dini hari nanti juga menarik. Ini kali pertama, dalam rentang waktu 29 tahun terakhir, semifinal Liga Champions tidak diikuti klub dari Inggris, Spanyol, dan Italia. Setidaknya, pamor Bundesliga dan Ligue1 kembali naik ketimbang jadi bahan tertawaan para tetangga terdekatnya hingga disebut Farmer League segala. ‘’Saya terganggu dengan sebutan itu. Kami buktikan kali ini,’’ sebut Cornet, pemain berpaspor Senegal.

Pemain Lyon lainnya Moussa Dembele yang menjadi bintang perempat final mengatakan, ia hanya akan mengikuti nalurinya. Bermain melawan siapa pun, hasilnya tetap sama, yaitu kalah dan menang. ‘’Kami akan berusaha menjadi pemenang. Kadang-kadang, mendapatkan peluang itu sama artinya dengan basib baik. Jadi, buat apa dipikirkan. Bermain serius dan lakukan tugas masing-masing dengan adalah kewajibannya. Ibarat mobil, kami tidak akan mengangkat kaki dari pedal gas sampai tujuan tercapai,’’ ucap Dembele.

Menjadi bagian dari tim yang dengan tenang dan rendah hati menulis sejarah adalah hal yang sangat bagus. ‘’Kami tahu masih ada hal-hal hebat di depan kami. Kami memiliki skuad muda. Saya pikir Anda bisa melihatnya sendiri kiprah mereka dalam beberapa pertandingan terakhir,, ucap Deembele lagi.

Ia mengatakan, kedatangan Rudi Garcia pada 2019 sangat membantu Lyon karena dia adalah pelatih dengan berpengalaman di level tertinggi dan pertandingan besar. Apa yang dia katakan sebelum pertandingan City? Dia hanya mengatakan kepada kami untuk menikmatinya, karena sangat, sangat menyenangkan menemukan diri kami pada tahap kompetisi ini. Kami tidak akan rugi apa-apa. Lyon hanya perlu memanfaatkan masa kini dan memainkan permainan ini sebaik mungkin,’’ papar Cornet.

‘’Sebagai pemain muda, sulit untuk tidak memikirkannya. Saya mengambil profesi ini untuk mengalami momen-momen seperti ini. Dan, seperti kata pepatah, Anda harus mewujudkan impian Anda. Itulah tepatnya yang kami lakukan saat ini dengan sekelompok pemain muda luar biasa yang mewujudkan impian tersebut. Luar biasa. Kami memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Kami akan memberikan yang terbaik lagi dan, tentu saja, kami masih lapar,’’ timpal Dembele. Jadi, hati-hati Bayern Munich. (*)



Apa Pendapatmu?