Alexa Metrics

98 Persen Suara Menyetujui Proposal Perdamaian PKPU Apartemen GPC Berujung Damai

98 Persen Suara Menyetujui Proposal Perdamaian PKPU Apartemen GPC Berujung Damai Head of Communications Green Pramuka City Lusida Sinaga, saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Rabu (19/8/2020). Foto: Deri Ahirianto/INDOPOS

indopos.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan pengesahan homologasi perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) antara PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) yang merupakan pengembang Apartemen Green Pramuka City, dengan para krediturnya, Rabu (19/8/2020).

Pengesahan tersebut adalah peresmian perdamaian antara kreditur dengan DPS. Kemudian DPS sebagai debitur akan menjalani perjanjian perdamaian yang ditawarkan kepada para kreditur.

Adapun pada 12 Agustus 2020 lalu telah dilakukan Rapat Pembahasan Rencana Perdamaian dan Voting yang hasilnya adalah 98 persen kreditur menyetujui proposal perdamaian yang diajukan oleh DPS.

Putusan PKPU tersebut bukan menyangkut utang uang material. Melainkan mengenai belum terlaksananya penyerahan Sertifikat Sarusun. Sesuai dengan Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku, penerbitan Sertifikat Sarusun harus melalui proses Pertelaan terkait dengan pihak ketiga. Antara lain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pertanahan Nasional.

“Kami bersyukur karena persidangan ini telah berjalan lancar dan semua proses berakhir damai dengan diterimanya proposal perdamaian yang telah kami tawarkan,” ujar Head of Communications Green Pramuka City Lusida Sinaga, di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, sesuai dengan hasil voting yang telah dilakukan pada rapat Pembahasan Proposal Perdamaian dan Voting pada 12 Agustus, pihaknya sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari para kreditur untuk terciptanya suasana yang kondusif.

“Sehingga kami pengembang dapat memenuhi tanggung jawab kami yang sedang mengurus proses pemecahan sertifikat, agar tidak mengganggu nilai investasi kreditur. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan-para kreditur yang mendukung perdamaian ini,” ujar Lusida.

Green Pramuka City, kata dia, berkomitmen untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemilik unit apartemen. Tidak hanya untuk tinggal namun juga untuk berinvestasi dengan cara menyelesaikan permasalahan ini dengan kekeluargaan tanpa ada yang dirugikan, terutama para pemilik unit.

“Selama proses PKPU ini berlangsung, kegiatan operasional dan pelayanan perusahaan tetap berjalan normal seperti biasa,” pungkas Lusida.

Adapun DPS sebelumnya pada 27 Juli 2020 telah menyerahkan proposal perdamaian kepada sejumlah kreditur maupun kuasa kreditur dalam rangka mencapai perdamaian. Yaitu berkomitmen untuk memenuhi kewajiban dalam mengurus sertifikat, dan berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat pemecahan sertifikat.

Sebelum rapat pembahasan ini dilakukan, Pengurus PKPU sudah melakukan roadshow pertemuan dengan Debitur, Bank rekanan pengembang, Para Kuasa Hukum Kreditur dan Kreditur mandiri masing-masing secara terpisah.

Sementara itu, Kuasa Hukum DPS Hendri Jayadi Pandiangan mengapresiasi dan menyambut baik putusan yang diambil majelis hakim yang mengesahkan homologasi antara DPS dengan para kreditur sesuai skema proposal perdamaian.

“Dengan pengesahan homologasi berarti debitur harus menjalankan apa yang disampaikan pengurus dihadapan kreditur di persidangan. Saya berterima kasih pada Hakim Pengawas, yang pada saat persidangan telah dengan tegas memutuskan bahwa sidang hanya berfokus kepada tuntutan awal. Yaitu mengenai penyelesaian masalah sertifikat dan bukan hal-hal lainnya,” ujarnya.

Adapun setelah melalui proses diskusi, DPS menyanggupi agar pemecahan sertifikat selambat-lambatnya akan dimulai pada tahun ke 7 secara bertahap.

Sementara itu, Tim Pengurus PKPU Agus Dwiwarsono menjelaskan, homologasi punya nilai strategis serta jaminan tidak ada masalah hukum bagi DPS. “Putusan Homologasi ini justru memberikan kepastian hukum bagi calon pembeli. Yaitu kepastian mendapatkan sertifikat dan berinvestasi,” ujarnya. (dai)



Apa Pendapatmu?