Alexa Metrics

Dompet Dhuafa Launching Pelajar Berjuang Belajar, Berikan Kemudahan Bagi Siswa Kurang Mampu Gapai Pembelajaran Online

Dompet Dhuafa Launching Pelajar Berjuang Belajar, Berikan Kemudahan Bagi Siswa Kurang Mampu Gapai Pembelajaran Online dd

indopos.co.id – Tantangan pembelajaran jarak jauh banyak ditemui di lapangan, mulai dari jangkauan internet, peralatannya dan lain sebagainya. Strategi dari program tersebut menyediakan fasilitas pendukung (internet, gawai, listrik, laptop dan lain-lain) untuk menunjang pembelajaran dari rumah seperti dengan membuat skema atau model pembelajaran yang bisa dilakukan guru dan siswa yang tidak memiliki akses internet. Memanfaatkan lingkungan rumah, atau memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen pembelajaran jarak jauh (daring) baik dari sisi guru maupun murid dengan mendorong guru menggunakan media komunikasi alternatif.

Ahmad Faqih selaku GM Resources and Mobilization Dompet Dhuafa, mengatakan “Saat ini (Rabu, 19/08) kami sedang berada di Setu Rempong, kick off Pelajar Berjuang Belajar di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan terutama di ranah pendidikan. Sudah dari beberapa waktu lalu dicanangkan adanya program belajar dari rumah, sayangnya tidak semua masyarakat dapat mengakses internet, gawai bahkan media pembelajaran seperti handphone dan gudget yang digunakan. Kick Off ini kami memberikan media daring kepada anak-anak untuk memenuhi kebutuhan belajar online. Kami memberikan di awal ini target ada 100 titik selain di Jabodetabek juga seluruh Indonesia”.

Menurut survei dan riset dari Kemendikbud, saat dengan menerapkan metode pembelajaran jarak jauh, 97,6% masyarakat setuju dengan proporsi penerapan belajar di rumah. Kemudian berbeda hasil yang di peroleh dengan responden para guru. Ternyata tidak semuanya siap dengan pembelajaran jarak jauh. Pada hasil survei sebanyak 67,11% guru belum siap dengan mengoptimalisasi peran gadget

Target ini kami lakukan untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam kegiatan belajar online. Menurut riset Kemendikbud 67,11% guru belum bisa mengoperasikan gawai jarak jauh, maka itu DD akan intervensi. Syafa kelas 1 SDI Ruhul Amin mengaku kekusahan dalam belajar online selain keterbatasan gawai, juga keterbatasan kuota untuk menempuh belajar online. Tgas Faqih

Menurut Ratna sebagai orang tua dari dua yang bersekolah, “pembelajaran jarak jauh ini cukup merepotkan orang tua, disisi lain keterbatasan gawai membuat orang tua harus berpikir dua kali dalam memenuhi pembelajaran jarak jauh, tidak hanya itu pemenuhan kuota untuk pembelajaran jarak jauh harus merogoh kocek kantong para orang tua”.

Ratna masih segilintir orang tua yang saat ini banyak mengeluhkan pembelajaran jarak jauh, selain banyak hambatan tentunya faktor ekonomi dalam mencukupi kuota untuk menunjang pembelajaran online.

“Anak-anak harus semangat dalam menggapai pembelajaran, serta dengan adanya Dompet Dhuafa dapat membantu proses pembelajaran jarak jauh dan hal ini menjadi solusi bagi anak-anak yang kurang mampu dalam menjangkau pembelajaran online,” ujar Chiki Fawzi selaku Super Volunteer Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa Launching Pelajar Berjuang Belajar, Berikan Kemudahan Bagi Siswa Kurang Mampu Gapai Pembelajaran Online

Salah satu kendala yang paling dirasakan oleh siswa dalam proses belajar daring ini adalah masih terbatasnya fasilitas internet dan beberapa siswa juga masih mengeluhkan belum memadainya handphone yang dimiliki. Bantuan penanggulangan Covid-19 selama ini masih terpaku pada paket sembako untuk masyarakat. Bantuan sembako sebenarnya sudah cukup mengena dan efisien, tapi hanya dirasakan oleh masyarakat. Tidak ada bantuan pendidikan untuk para siswa atau anak sekolah yang memerlukan sarana prasarana (sarpras) untuk belajar jarak jauh dari rumah.

Dompet Dhuafa membuat sebuah gerakan dengan memberikan fasilitas berupa Laptop dan modem WIFI gratis untuk masyarakat dhuafa yang kesulitan mendapatkan akses internet Jaringan kepada Taman Baca setu Rompong, Ciputat, Tanggerang Selatan. Pada pandemi Covid-19 ini ,pendidikan di Indonesia mengalami keterpurukan. Dengan sistem PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) membuat masyarakat semakin sulit terutama masyarakat bawah atau dhuafa. Ya, karena tidak semua diantara mereka yang memiliki fasilitas HP (Handphone), Laptop, bahkan sekedar untuk membeli paket internet.

“Anak – Anak yang yang berada di taman baca sangat antusias. Selain itu kami fasilitasi buku buku bacaan kesukaan anak anak. Agar anak anak lebih terarah. Bermain sesuai usia umur mereka dan memebantu para keluarga anak anak selama covid terarah. Taman baca ini, terdapat 15 fasilitator yang menemani para anak- anak untuk belajar. Kami dari pagi hingga sore buka untuk menemani anak anak untuk belajar. Dengan kami mendapatkan bantuan fasilitas untyuk belajar daring akan sangat bermanfaat dan membuat anak – anak ini semangat untuk mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh pihak sekolah.”ucap Dewi pengurus Tanam Baca Setu Rompong.(mdo)



Apa Pendapatmu?