Pengangkatan Anggota KKI Tuai Protes, Ini Penjelasan Kemenkes

indopos.co.id – Presiden Joko Widodo melantik 17 anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) periode 2020-2025 di Istana Negara, Rabu (19/8/2020).

Meskipun, sebelumnya pengangkatan anggota KKI ini menuai protes dari Asosiasi dan Organisasi Profesi Dokter. Menurut mereka, pengangkatan anggota KKI tersebut tak sesuai aturan.

Menyikapi hal itu, Staf Khusus Menteri Kesehatan (Menkes) Daniel Tjen menjelaskan, untuk menjadi anggota KKI itu seseorang harus memenuhi syarat seperti diatur dalam Pasal 18 Undang-Undang (UU) nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

“Dalam ketentuan itu, seseorang harus bereputasi baik, cakap, jujur, serta memiliki moral integritas yang tinggi,” ujarnya kepada INDOPOS melalui keterangan tertulis, Rabu (19/8/2020).

Baca Juga :

Dijelaskannya, sejak Februari lalu Kemenkes telah meminta usulan nama calon anggota KKI kepada pimpinan masing-masing unsur. Namun usulan yang masuk tidak memenuhi persyaratan.

Daniel menyebutkan, perpanjangan waktu sempat dilakukan hingga dua kali. Namun hingga batas waktu perpanjangan tersebut berakhir, anggota KKI yang diusulkan belum juga memenuhi persyaratan.

Baca Juga :

“Sehingga, untuk menyelesaikan persoalan, dilakukan perubahan terhadap Pasal 6 Peraturan Menkes nomor 81 tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menkes nomor 496/Menkes/Per/V/2008 tentang Tata Cara Pengusulan Calon Anggota KKI,” jelasnya.

Dalam aturan yang baru itu, jika calon anggota KKI yang diusulkan tidak memenuhi persyaratan, maka Menkes dapat mengusulkan calon anggota KKI kepada Presiden.(dai)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.