Alexa Metrics

Tanggapi Tuntutan, Herman Deru Orasi dari Atas Mobil Demonstran

Tanggapi Tuntutan, Herman Deru Orasi dari Atas Mobil Demonstran Gubernur Herman Deru berorasi di depan massa aksi Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri Sumatera Selatan, untuk menyuarakan aspirasi mengenai Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja, Rabu (19/8/2020).

indopos.co.id – Ratusan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Buruh (FSB) Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan dan Aneka Industri (Nikeuba) Sumatera Selatan (Sumsel), mendatangi kantor Gubernur untuk menyuarakan aspirasi mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja, Rabu (19/8/2020).

Massa yang hadir meminta Gubernur Sumsel Herman Deru untuk keluar menemui dan mendengarkan aspirasi dari para buruh.

Spontan Herman Deru menemui masyarakat tersebut, lalu naik mobil dan berorasi di hadapan ratusan DPC FSB Nikeuba menanggapi tuntutan mereka.

Herman Deru mengintruksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel meneruskan aspirasi buruh kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Sementara itu, DPC FSB Nikeuba Sumsel menyampaikan aspirasi terkait menolak RUU Cipta Kerja untuk dikeluarkannya klaster ketenagakerjaan.

Meminta kejelasan serta menuntut kebijakan pemerintah terkait bantuan tambahan upah bagi pekerja atau buruh sebesar Rp600 ribu perbulan bagi pekerja/buruh penerima upah dibawah Rp5 juta.

Terkait hal itu, Herman Deru mengatakan, pihaknya akan memberikan surat khusus kepada DPR, Menteri Ketenagakerjaan bahkan kepada Presiden untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Pihaknya juga tidak menutup mata dan telinga terhadap apa yang terjadi di Sumsel.

“Dan saya intruksikan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk merangkum semua usulan teman-teman. Kemudian regulasikan dalam bentuk surat. Diantar dengan cara terhormat, diantar dengan cara yang elegan,” jelasnya.

Herman Deru menambahkan, pihaknya menyampaikan ini kepada institusi yang mempunyai kewenangan dalam memasukan atau mengubah aturan-aturan tersebut. (dai)



Apa Pendapatmu?