Empat Jalur Pendakian Gunung Rinjani Dibuka

indopos.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengizinkan aktivitas pendakian Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Itu berdasar hasil evaluasi penyelenggaraan wisata alam non-pendakian tahap pertama kawasan taman nasional tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, menjelaskan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem, Kementerian LHK, telah menerbitkan surat Nomor : S.660/KSDAE/PJLHK/KSA.3/7/2020 pada 29 Juli tentang Pembukaan Aktivitas Pendakian dan Peningkatan Kuota Kunjungan pada Reaktivasi Tahap I. ”Peningkatan kuota kunjungan pada delapan destinasi wisata alam non-pendakian dibuka sebelumnya, dan pembukaan aktivitas pendakian mulai berlaku sejak 22 Agustus 2020,” tutur Dedy, di Mataram, NTB, Selasa (18/8).

Pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani dan penambahan kuota di kawasan wisata non-pendakian didasarkan pada pertimbangan zona risiko Covid-19 (zona hijau dan kuning). Balai TNGR selaku pengelola kawasan taman nasional, sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, dan tiga pemerintah kabupaten, yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah.

Dedy menyebut, empat jalur pendakian resmi Gunung Rinjani  akan dibuka pada 22 Agustus 2020, jalur pendakian Senaru Kabupaten Lombok Utara, jalur pendakian Timbanuh-Sembalun Kabupaten Lombok Timur, dan jalur pendakian Aik Berik Kabupaten Lombok Tengah. ”Aktivitas pendakian dilakukan dengan paket dua hari satu malam dan kuota maksimal 30 persen dari kuota kunjungan normal,” imbuhnya.

Untuk bisa melakukan pendakian, wisatawan wajib melakukan pemesanan tiket secara daring (booking online) melalui aplikasi eRinjani yang dapat diunduh di playstore. Setiap pendaki wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Yaitu memakai masker, membawa handsanitizer/sabun cair, trash bag, menjaga jarak minimal satu meter.

Selain itu, membawa surat keterangan bebas Covid-19, khususnya wisatawan luar NTB, dan surat keterangan bebas gejala influenza untuk pendaki berasal dari Pulau Lombok. ”Penyelenggaraan aktivitas pendakian dan peningkatan kuota pengunjung wisata alam di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani akan dievaluasi secara berkala,” jelasnya. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.