Kemungkinan Piala Thomas dan Uber Diundur, PBSI: Belum Ada Konfirmasi

indopos.co.id – Kepala Bidang Hubungan Internasional PBSI, Bambang Roedyanto, menyebutkan Piala Thomas dan Uber 2020 masih  berjalan sesuai rencana atau on the track. Roedy menampik kemungkinan pembatalan ajang bulutangkis paling bergengsi di jagat ini.

Sebelumnya, muncul kabar Piala Thomas dan Uber 2020 akan diundur hingga 2021. Kondisi tersebut terjadi karena Pemerintah Denmark tidak memberikan bantuan finansial.

Baca Juga :

PBSI Tunggu Jadwal Baru BWF

Selain itu, terdapat isu mengenai pandemi virus corona yang masih tersebar di seluruh dunia. Sejumlah negara terancam absen dari Piala Thomas dan Uber 2020.

Akan tetapi, Roedy mengaku belum mendapat kabar mengenai pembatalan Piala Thomas dan Uber 2020. Dia mengatakan ajang tersebut masih berjalan sesuai jadwal.

Baca Juga :

“Belum ada update mengenai Piala Thomas dan Uber 2020. Mungkin pekan depan. Sementara belum dibatalkan, tetap berjalan sesuai jadwal,” kata Roedy di Jakarta, Selasa (18/8).

Pada kesempatan lain, Roedy menyebut Australia kemungkinan absen. Hal itu setelah pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan melarang perjalanan ke luar negeri.

Baca Juga :

“Australia tidak boleh ada perjalanan ke luar negeri. Itu contohnya. Kalau negara lain, saya belum berani mengonfirmasi,” tandas Roedy.

Rencananya, Piala Thomas dan Uber 2020 akan berlangsung di Aarhus, Denmark. Kejuaraan bulutangkis beregu itu bakal digelar pada 3 hingga 11 Oktober.

Sementara itu, PP PBSI melangsungkan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Ke-75 RI  17 Agustus 2020. Upacara dilaksanakan di halaman depan pelatnas dan dihadiri oleh atlet, pelatih, pengurus, staf, dan karyawan PP PBSI, pada pukul 07.30 WIB.

Upacara dilangsungkan dengan menggunakan protokol pencegahan Covid-19, di antaranya adalah seluruh peserta mengenakan masker, serta pengaturan jarak antarpeserta upacara.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto menjadi Inspektur Upacara. Sejumlah atlet menjadi petugas upacara bendera kali ini. Pemain tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo didaulat sebagai komandan upacara. Pengibar bendera Merah Putih yang bertugas adalah tiga pemain dari sektor ganda campuran yaitu Angelica Wiratama, Ghifari Anandaffa Prihardika, dan Muhammad Yusuf Maulana.

Masih dari sektor ganda campuran, Zacharia Josiahno Sumanti menjadi pembaca UUD 1945 sedangkan Teges Satriaji Cahyo Hutomo menjadi Ajudan Inspektur Upacara. Pembacaan doa dilakukan oleh Amry Syahnawi. Sementara pemain ganda putri Ribka Sugiarto bertugas sebagai pembawa acara.

“Upacara ini merupakan bentuk rasa syukur kita atas limpahan rahmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan Indonesia. Di masa pandemi COVID-19 kita juga patut bersyukur karena kita masih diberikan berkah kesehatan dan keselamatan,” kata Budiharto dalam sambutannya.

“Di upacara yang dihadiri para atlet ini, saya berharap agar atlet dapat memaknai kemerdekaan Indonesia dengan sebaik-baiknya. Kita harus melanjutkan tongkat estafet dari para pejuang yang perjuangannya harus kita lanjutkan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di setiap pertandingan,” lanjutnya.

Budiharto juga menyebutkan kalau di depan mata akan ada perjuangan yang sangat besar yaitu membawa pulang supremasi bergengsi yaitu Piala Thomas dan Uber.

“Tentu bukanlah hal yang mudah, tapi kita percaya dengan kegigihan dan semangat yang tinggi, ini bisa kita capai,” ucap Budiharto.

Usai upacara bendera, para atlet mengikuti beberapa lomba yang diadakan khusus internal pelatnas, di antaranya lomba tarik tambang dan balap karung. (bam)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.