Terpercaya dan Berikan Keamanan, Linda Investasi Kesehatan melalui JKN-KIS

indopos.co.id – Pada masa pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang mulai tersadarkan dengan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Namun, hal ini sudah menjadi perhatian Linda Yusra sejak dulu. Linda menganggap kesehatan menjadi suatu aset yang sangat berharga karena mempengaruhi produktivitas dirinya.

”Menurut saya, menjaga kesehatan merupakan hal yang wajib dan harus dilakukan dengan rutin. Walaupun saya memiliki kesibukan sehari-hari, namun saya berusaha untuk menjaga kesehatan dan tidak lupa memastikan keaktivan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) saya,” tutur salah satu karyawan badan usaha yang ada di wilayah Kota Administrasi Jakarta Barat ini, Kamis (20/8/2020).

Linda sudah menjadi peserta Program JKN-KIS sejak 2017 sampai saat ini. Melalui potongan gaji dari perusahaan tempatnya bekerja, Linda aktif menjadi peserta JKN-KIS baik dalam rutin membayar iuran maupun ruitn mengikuti perkembangan terbaru mengenai JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. ”Sebagai orang rantau saya harus mandiri dalam menjaga kesehatan. JKN-KIS ini bagi saya seperti investasi kesehatan, jadi seperti menabung. Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, saya dapat langsung menggunakannya. Sehingga saya tidak perlu khawatir lagi dengan biaya kesehatan yang saya butuhkan nanti,” jelas Linda.

Selain itu, Linda merasa tenang dan aman memiliki KIS ke manapun ia berada. Linda tidak perlu lagi khawatir jika dirinya sakit di tempat yang bukan merupakan wilayah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar karena kepesertaan Program JKN-KIS dapat digunakan di mana saja. ”Saya memang belum pernah memanfaatkan langsung Program JKN-KIS ini untuk berobat. Tapi saya sudah sering mendengar banyak cerita dari peserta lain yang memanfaatkan program ini. Karena sifatnya adalah investasi, menurut saya ini sama sekali tidak merugikan saya sama sekali. Iuran yang saya bayar tiap bulannya tidak hilang karena digunakan oleh peserta lain yang lebih membutuhkan dan jika suatu saat saya membutuhkan pelayanan kesehatan peserta lain juga akan membantu saya dengan iuran mereka. Itulah yang disebut sebagai prisnsip gotong royong,” kata Linda.

Linda berarap JKN-KIS dapat bertahan secara berkesinambungan dan selalu meningkat kualitasnya karena banyak sekali peserta yang telah dibantu pengobatannya dengan program ini. Linda tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika peserta harus membayar semua biaya pengobatan mereka tanpa bantuan Program JKN-KIS. (dni/adl)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.