Alexa Metrics

Daewoong Infion Mulai Uji Klinis Fase 1 Perawatan COVID-19

Daewoong Infion Mulai Uji Klinis Fase 1 Perawatan COVID-19 ‘Daewoong Infion,’ perusahaan joint venture Daewoong Group asal Korea Selatan di Indonesia, pada Kamis (13/8/2020), mengadakan Kick of Meeting dengan RSUP Rumah Sakit Dr. Wahidin untuk memulai penelitian DW-MSC untuk perawatan COVID-19.

indopos.co.id – Daewoong Infion dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menandatangani nota kesepahaman untuk memulai kerja sama strategis terkait pengembangan perawatan COVID-19 dan uji klinis fase 1 yang telah disetujui pada Juli 2020.

Pada 6 Agustus 2020, DWP710 terpilih sebagai proyek baru di Kemenkes. DWP710 merupakan perawatan Dyspnea pada pasien COVID-19 dengan memanfaatkan sel punca Mesenchymal DW-MSC dan saat ini sedang diuji coba oleh perusahaan farmasi Korea Selatan Daewoong Pharmaceuticals.

Saat ini, Daewoong Infion perusahaan joint venture asal Korea Selatan Daewoong Group, sedang melakukan uji klinis fase 1 bersama dengan RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Dr. Wahidin Sudirohusodo, pada Kamis (13/8/2020), yang dikhususkan untuk perawatan COVID-19 dan memiliki kemampuan beragam dalam hal uji klinis global di bidang farmasi.

Dalam hal ini, Daewoong Infion menyediakan pakaian dan peralatan pelindung untuk staf medis rumah sakit. Tak hanya itu, Daewoong Infion dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo juga mempertimbangkan penelitian dan pengembangan kandidat vaksin COVID-19 lainnya dari Daewoong Pharmaceutical, seperti Niclosamide dan Camostat.

Kedua produk tersebut masing-masing diharapkan mampu merawat pasien yang menderita COVID-19 ringan/berat.

Presiden Direktur Daewoong Infion Chang-woo Suh mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kerja sama aktif Pemerintah Indonesia dalam pengembangan perawatan Covid-19.

“Kami berharap penelitian ini akan memberikan hasil yang baik dan berkontribusi dalam pengembangan perawatan untuk mengatasi COVID-19,” ujarnya kepada INDOPOS melalui keterangan tertulis, Kamis (20/8/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Dr. Slamet, MHP, mengaku senang karena RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dapat terlibat dalam penelitian ini. “Penelitian tahap 1 ini merupakan sebuah peluang dan tujuan untuk proses fase 2 dan fase 3 selanjutnya,” kata Dr. Slamet. (mdo)



Apa Pendapatmu?