Alexa Metrics

November 2020, Penyaluran Bahan Baku Vaksin COVID-19 dari Sinovac Dimulai 

November 2020, Penyaluran Bahan Baku Vaksin COVID-19 dari Sinovac Dimulai  Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Ketua Pelaksana Komite Penanganan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) juga Menteri  BUMN (Badan Usaha Milik Negara) RI Erick Thohir, Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir dan R&D Director, Sinovac, Gao Qiang (kiri ke kanan).

indopos.co.id – Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menjelaskan bahwa penyaluran bahan baku vaksin dari Sinovac (perusahaan farmasi asal Tiongkok) akan dimulai pada bulan November mendatang. Erick yang juga menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menegaskan, kerja sama tersebut tidak hanya sekedar transaksi dari sisi ekonomi.

“Melainkan pula transfer teknologi maupun pengetahuan. Seperti yang sudah ditandatangani antara Sinovac dengan Bio Farma,” ujarnya dalam keterangan persnya dikutip dari Grup Media-BUMN, Kamis malam (20/8/2020).

Untuk diketahui, Erick Thohir bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, pada 20 Agustus 2020 mengadakan pertemuan bilateral dengan State Councilor dan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi di Sanya, Hainan. Serta dengan sejumlah perusahaan farmasi Tiongkok. Penguatan kerjasama di bidang vaksin menjadi agenda utamanya.

Pertemuan ini merupakan pertemuan tindak lanjut dari pertemuan daring bersama Menteri Luar Negeri Wang Yi pada akhir bulan Juli 2020.  Erick Thohir, bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga diutus Presiden Joko Widodo untuk menindaklanjuti beberapa kerjasama bilateral, termasuk kerjasama di bidang vaksin dan kerjasama ekonomi lainnya dengan RRT.

Di kesempatan itu, Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya jumlah vaksin yang memadai, tepat waktu, aman dan dengan harga yang terjangkau. Erick Thohir juga melihat adanya komitmen kuat dari sejumlah industri farmasi Tiongkok untuk melakukan kerjasama vaksin dengan Indonesia.

Selain pertemuan dengan Sinovac, Indonesia juga tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan farmasi Tiongkok lainnya. Yaitu CanSino Biologics dan Sinopharm.

“Kami di Komite memperbesar dan melakukan berbagai daya upaya untuk mengurangi penyebaran virus. Sambil terus membangun kemandirian bangsa lewat pengembangan vaksin Merah Putih dan terapi penyembuhan. Sambil menunggu vaksin Merah Putih, vaksin dari negara lain masih dibutuhkan untuk melindungi masyarakat Indonesia agar Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit,” tambah Erick.

Erick menambahkan, Indonesia juga terus terbuka dan menjajaki kerjasama internasional lainnya. Hal itu untuk memastikan dan mengakselerasi ketersediaan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif di Indonesia.

Kerjasama internasional di bidang vaksin menjadi salah satu dari berbagai berbagai upaya pemerintah dalam menangani Pandemi COVID-19.

“Diantaranya melakukan 3T (test, trace, treat). Mendorong perubahan perilaku, menyiapkan kemandirian bangsa lewat pengembangan vaksin merah putih, dan terapi penyembuhan. Hingga menyiapkan kapasitas produksi dan distribusi di dalam negeri untuk produksi dan vaksinasi massal,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?