Alexa Metrics

Pemerintah Susun Strategi Percepat Realisasi Belanja Negara

Pemerintah Susun Strategi Percepat Realisasi Belanja Negara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, di sela Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) di Nusa Dua, Bali, Jumat (21/8/220)

indopos.co.id – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, kembali menegaskan komitmennya memulihkan Indonesia dari Pandemi COVID-19. Dia yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjelaskan, Pemerintah kini berfokus pada akselerasi realisasi anggaran program-program strategis penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan program di kementerian/lembaga.

“Saya dan para Menteri di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian membahas hal-hal terkait strategi percepatan realisasi belanja program-program strategis. Supaya ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh positif,” ujar Airlangga dalam keterangan persnya, saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RKTM) di Nusa Dua, Bali, Jumat (21/8/2020).

Dalam RKTM, pihaknya membahas program dan kebijakan strategis dalam penanganan dampak Pandemi COVID-19 dari sisi ekonomi.

“Salah satunya melalui percepatan realisasi belanja pemerintah dan program strategis jangka pendek untuk mendorong percepatan realisasi anggaran,” ujarnya.

Rapat Koordinasi ini dihadiri secara fisik oleh sembilan Menteri, yakni Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Pertanian, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I.

Selain itu, turut hadir pula lima menteri melalui sambungan konferensi daring, yaitu Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Menko Airlangga meyakini, percepatan belanja pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 dan pertumbuhan ekonomi tahun 2020. Untuk itu Pemerintah tengah mendorong strategi tersebut dengan berbagai upaya ekstra.

“Tidak lupa, kami juga menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang rutin dan secara regular dilaksanakan koordinasi untuk percepatan realisasi belanja ini,” kata Menko Airlangga.

Adapun usulan Program yang sedang disiapkan antara lain, Pinjaman PEN Daerah yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan no. 105/2020. Tambahan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Program PEN.

Kemudian, Program Padat Karya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Pengembangan Desa Digital dan UMKM Digital. Penambahan kuota alokasi Program Kartu Prakerjam Program Gerakan Belanja di Pasar Rakyat.

“Serta Program Padat Karya dalam Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN),” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah Kementerian dan Lembaga juga mengajukan beberapa Usulan Program, yakni, Program Bangga Buatan Indonesia. Program Beli Karet untuk Aspal 2020-2021. Program Beli Bahan Baku Industri Kecil dan Menengah. Program Beli (Discount) Produk UMKM. Program Beli Produk Rakyat melalui Pegadaian. Serta Program Padat Karya Penyangga Wisata.

Usulan-usulan program tersebut diajukan karena memenuhi kriteria.

“Seperti mendorong pemulihan ekonomi. Berdampak signifikan terhadap penyerapan pekerja (padat karya), maupun share pertumbuhan ekonomi. Dan nilai programnya yang cukup besar,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?