Alexa Metrics

Inter Milan Optimistis Bawa Pulang Piala Liga Europa

Inter Milan Optimistis Bawa Pulang Piala Liga Europa

indopos.co.id – Inter Milan optimistis bisa menggagalkan kans Sevilla menjuara Liga Europa musim kompetisi 2019-2020. Optimisme itu terus dikumandangkan pelatih Antonio Conte. Pelatih berjuluh The Godfather itu meminta pemainnya bertarung habis-habisan. ‘’Bawa pulang piala itu ke Milan,’’ ucap Conte di ruangan ganti pemain usai memulangkan Shakhtar Donetsk di semifinal.

Conte sengaja menantang satu per satu pemainnya karena Sevilla bukan tim sembarangan. Tim asal Andalusia Spanyol ini memiliki rekor paling moncer di Liga Europa. Sevilla sudah lima kali tampil sebagai juara Liga Europa. Inter baru tiga kali merebut piala yang sama.

“Kami harus konsentrasi penuh. Kami harus bermain sesuai jati diri kami selama ini Ini final. Hanya tim terbaik yang bisa mencapai ke situ. Sevilla tentu punya keinginan yang sama. Jadi kami harus menunjukkan bahwa kami lebih baik,’’ ucap Conte yang dilansir situs UEFA.com.

Ini adalah Final Liga Europa pertama bagi Inter sejak Jose Mourinho memenangkan Treble pada 2010, sekaligus yang pertama dalam karir Conte. Apakah itu berarti musim pertamanya di San Siro sukses?

Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez telah membentuk kemitraan yang sensasional. Conte memuji sikap mereka yang mengesampingkan egoisme pribadi.  “Saya mengenal Lukaku sangat baik karena dia adalah pemain yang saya ikuti untuk beberapa waktu. Saya mencoba berkali-kali untuk merekrutnya di klub lama saya. Saya tahu karakteristik yang dia miliki. Mereka adalah pemain yang punya egoisme khas seorang penyerang, tetapi juga tidak mementingkan diri sendiri untuk bermain tim dan membantu orang lain mencetak gol,’’ papar eks pelatih Juventus ini.

Di tempat terpisah bek Sevilla Jules Kounde memperingatkan rekan-rekannya soal betapa bahayanya striker Inter Romelu Lukaku.  Ia berada di atas level apa pun yang kami hadapi musim ini.  Lukaku adalah salah satu penyerang terbaik di dunia,” kata Kounde kepada UEFA.com.

Menurut Konde, Lukaku kuat secara fisik dan mental Lukaku dianggap menggunakan tubuhnya dengan sangat baik dan juga cepat. ‘’Makanya, saya menyebut levelnya  di atas segalanya yang kami hadapi musim ini. Kami harus meningkatkan permainan kami,’’ paparnya.  Lukaku juga menyukai kompetisi ini, karena ia telah mencetak rekor turnamen dengan mencetak gol dalam 10 pertandingan Liga Europa berturut-turut.

Jalan Sevilla ke partai puncak juga tidak gampang. Sevilla haarus menyingkirkan tim unggulan sekelas Roma, Wolverhampton Wanderers,  dan Manchester United. Namun, Inter menunjukkan kekuatannya ketika mereka menghancurkan Shakhtar Donetsk 5-0 di semifinal, setelah menyingkirkan Getafe dan Bayer Leverkusen.

Kubu Sevilla tak kalah antusiasnya menghadapi partai pamungkas tersebut. Presiden Sevilla Jose Castro memastikan timnya akan bertarung dengan gagah perkasa. Sevilla harus bertarung melawan tim yang punya anggaran dua kali lipat dari mereka.

“Kami telah menyingkirkan tiga klub besar sejauh ini. Semuanya memiliki anggaran lebih besar dan tim yang lebih kompetitif. Namun kami mampu menyingkirkan mereka,” kata Presiden Castro kepada Canal Sur.

Sevilla mengalahkan Cluj, Roma, Wolves, dan Manchester United di babak sistem gugur, setelah lolos dari grup mereka.  Sevilla adalah pemenang serial Europa League, berakhir sebagai pemenang di lima final sebelumnya pada 2006, 2007, 2014, 2015, dan 2016.

“Kami tahu seperti apa final itu. Ada klub lain yang bersiap untuk musim depan, sementara kami bangga bisa bersaing memperebutkan trofi. “Jika kami harus menutup kampanye dengan trofi Liga Europa, itu akan menjadi sukses besar. Itulah yang ingin kami capai,’’ kata sang presiden lagi.

Prediksi Line Up

Sevilla – Bounou; Navas, Koundé, Diego Carlos, Reguilón; Banega, Fernando, Jordán; Suso, En-Nesyri, Ocampos

Inter – Handanovič,  Godín, De Vrij, Bastoni,  D’Ambrosio, Barella, Brozović, Gagliardini, Muda,  Martínez, Lukaku

Sevilla (Spa)

Peringkat UEFA: 8

Posisi domestik: 4 (pertandingan terakhir Liga 19 Juli)

Lima game terakhir (terbaru pertama): MMMMS

Road to Final: Pemenang Grup A, 1-1 CFR Cluj (gol tandang, R32), 2-0 Roma (R16), 1-0 Wolves (PF), 2-1 Manchester United (SF)

Musim lalu: babak 16 besar (L vs Slavia Praha)

Rekor akhir: P5 M5 K0 (terbaru: 2015/16, W vs Liverpool)

UEFA Cup / Europa League terbaik sebelumnya: Juara (2005/06, 2006/07, 2013/14, 2014/15, 2015/16)

Internazionale Milan (Ita)

Peringkat UEFA: 33

Posisi domestik: 2 (pertandingan terakhir Liga 1 Agustus)

Lima pertandingan terakhir: MMMMM

Road to Final: Penyisihan grup Liga Champions UEFA, 4-1 Ludogorets (R32), 2-0 Getafe (R16), 2-1 Leverkusen (PF), 5-0 Shakhtar (SF)

Musim lalu: babak 16 besar (K vs Eintracht Frankfurt)

Rekor akhir: P4 M3 K1 (terbaru: 1997/98, M vs Lazio)

UEFA Cup / Europa League terbaik sebelumnya: juara Europa League (1990/91, 1993/94, 1997/98)

Rekor Pertemuan

Kedua tim belum pernah bertemu di kompetisi UEFA.

Prediksi Media

Sevilla 20 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi, memenangkan delapan dari sembilan pertandingan terakhir mereka, dan tampil bagus di waktu yang tepat. Mereka mengesankan dalam mengalahkan Roma yang sedang dalam performa terbaiknya dan menunjukkan kesabaran serta tekad untuk mengalahkan Wolves dan kemudian Manchester United. Pengalaman mereka dalam kompetisi ini memberi mereka keunggulan ekstra. Mereka tahu bagaimana menyelesaikan pekerjaan.

Paolo Menicucci, Reporter Inter

Julen Lopetegui mengatur timnya dalam formasi 4-3-3. Formasi ini dengan cepat bisa menjadi 4-5-1 saat tidak menguasai bola. Sevilla suka mereka bermain dengan intensitas kosnsisten, menekan dan memburu lawan yang mencoba dan bermain dari belakang.  Full-back Jesús Navas dan Sergio Reguilón di belakang hingga Éver Banega bermain bagus di lini tengah.

Joe Walker, Reporter Sevilla

Di Italia mereka mengatakan,  ‘Squadra che vince non si tocca’ (Anda tidak boleh menyentuh tim pemenang). Antonio Conte mengikuti prinsip itu dengan tepat, menyebutkan starting XI yang sama untuk tiga pertandingan terakhir dengan formasi 3-5-2. Inter memiliki dua orang di depan dengan dua gelandang dinamis di depan seorang pemain bertahan (Marcelo Brozović) dan dua bek sayap menyerang. Build-up dimulai dari belakang, menarik tekanan lawan, dan kemudian mencari dua penyerang – khususnya Lukaku – dengan umpan-umpan panjang.

Laga Selanjutnya

Pemenang Liga Eropa akan memperebutkan Piala Super UEFA melawan pemegang Liga Champions di Budapest pada 24 September. Sevilla dan Inter akan mengikuti undian penyisihan grup Liga Champions UEFA di Athena pada 1 Oktober.



Apa Pendapatmu?