Alexa Metrics

Bandara Husein Bandung Kembali Operasikan Pesawat Jet

Bandara Husein Bandung Kembali Operasikan Pesawat Jet Pesawat Lion Air Boeing 737-800 rute Makassar-Bandung mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (20/8). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

indopos.co.id – Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jawa Barat (Jabar) mulai mengoperasikan pesawat jet. Tercatat enam rute penerbangan setelah sebelumnya dialihkan ke Bandara Kertajati, Majalengka.

General Manager Bandara Husein Sastranegara, Iwan Winaya Mahdar mengatakan enam rute penerbangan pesawat jet itu terdiri dari maskapai Lion Air dan Citilink. Langsung beroperasi Lion Air, menyusul Citilink Jumat (21/8). ”Baru Lion Air grup, rute Bandung-Makassar, kemudian Bandung-Denpasar, dan Bandung-Kualanamu,” tutur Iwan di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (20/8).

Untuk maskapai penerbangan Lion Air dengan pesawat jet, ada empat rute penerbangan. Di antaranya rute Bandung-Makassar, Bandung-Kualanamu, Bandung-Balikpapan, dan Bandung-Denpasar. Kemudian maskapai penerbangan Citilink, ada tiga rute penerbangan. Namun, ada dua penerbangan berbeda rute, yakni Bandung-Palembang, dan Bandung-Pekanbaru.

Pesawat Lion Air Boeing 737-800 rute Makassar-Bandung kali pertama mendarat di Bandara Husein Sastranegara. Pendaratan pesawat itu disambut dengan inaugurasi. Pengoperasian kembali pesawat jet dan menambah jumlah penerbangan Bandara Husein Sastranegara, pariwisata Kota Bandung bisa kembali berjalan maksimal.

Pasalnya, sejak tidak beroperasinya sejumlah rute pesawat jet ke Kota Bandung, aktivitas pariwisata Kota Bandung menurun. Tidak sedikit wisatawan menempuh perjalanan lebih lama menuju Kota Bandung apabila mendarat di Bandara Kertajati, Majalengka. ”Kalau di sini kan sudah jelas mudah-mudahan meningkatkan wisata Kota Bandung,” harap Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Sejak Juli 2019 lalu, sejumlah maskapai penerbangan Bandara Husein Sastranegara, dipindahkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Sedang Bandara Husein Sastranegara masih beroperasi dengan pesawat jenis propeler (baling-baling) dengan rute domestik.

Menurut Yana, itu membuat sektor pariwisata Kota Bandung menurun. Pasalnya, jarak tempuh cukup jauh bagi wisatawan menuju Bandung dari BIJB. ”Dia (wisatawan) harus ke Kertajati dan perlu transportasi, waktu lagi, mungkin saja dia akhirnya di sekitar Kertajati wisatanya, kalau di sini kan sudah jelas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kenny Kaniasari menambahkan angka wisatawan menuju Bandung turun mencapai 80 persen sebelum masa pandemi Covid-19, atau di masa normal. Perpindahan rute pesawat jet dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati menjadi salah satu penyebab. ”Awalnya rata-rata di 2019 di kisaran 7,9 juta wisatawan. Lalu, menurun setelah sebagian rute jet dipindah ke Kertajati,” tukasnya. (raf/ant)



Apa Pendapatmu?