Alexa Metrics

’Penghuni’ Karaoke Eksekutif Venesia BSD Jalani Rapid Test

’Penghuni’ Karaoke Eksekutif Venesia BSD Jalani Rapid Test Para pengelola, ladies dan manajemen Karake Eksekuif Venesia BSD saat diperiksa di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (20/8). (Foto: ANTARA/Anita Permata Dewi)

indopos.co.id – Para saksi dan korban yang bekerja di Karaoke Eksekutif Venesia, Perumahan  BSD, Kota Tangsel, menjalani tes cepat COVID-19 di Bareskrim Polri setelah ditangkap di tempat hiburan malam itu malam sebelumnya.

”Hasil rapid test, 64 orang negatif (nonreaktif),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo melalui sambungan telepon, Kamis (20/8).

Tes cepat merupakan prosedur yang harus dilaksanakan dalam penangkapan sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

Puluhan orang itu terdiri dari 47 ladies Karaoke Eksekutif Venesia BSD dan 17 saksi. ”Sebanyak 47 ladies sebagai korban dan 17 orang, ada yang karyawan, security, mucikari, manajer dan lain-lain,” tutur Kasubdit III Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Polri Kombespol John Weynart Hutagalung.

Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan. Sebelumnya penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggerebek karaoke eksekutif Venesia BSD di Serpong Sub District, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (19/8) malam karena diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Modusnya eksploitasi seksual pada masa pandemik COVID-19. Operasi penggerebekan ini merupakan hasil kerja sama Bareskrim Polri bersama Pomdam Jaya.

Ada 64 orang terdiri dari para korban dan saksi yang bekerja di tempat hiburan malam itu langsung dibawa ke Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa karaoke eksekutif tersebut, telah beroperasi sejak awal Juni 2020 hingga digerebek. Bahkan Karaoke Eksekutif Venesia BSD memfasilitasi layanan seks bagi para pelanggannya tersebut.

Beroperasinya tempat hiburan itu melanggar Pasal 9 Ayat (1) dan (2) Peraturan Walikota Tangsel Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Wali kota Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Penanganan COVID-19.

Untuk diketahui, Kota Tangsel saat ini masih diberlakukan perpanjangan masa PSBB sejak 9 Agustus hingga 23 Agustus 2020. Sejumlah barang bukti yang disita penyidik Bareskrim di antaranya kwitansi dua bundel, satu bundel voucher ladies tertanggal 19 Agustus 2020.

Turut disita uang Rp730 juta yang merupakan uang bookingan ladies mulai dari 1 Agustus 2020, tiga mesin EDC dan 12 kotak alat kontrasepsi. Kemudian juga disita satu bundel form penerimaan ladies, satu bundel absensi ladies, tiga komputer, satu mesin penghitung uang, tiga printer.

Selanjutnya turut disita sebagai barang bukti 14 baju kimono sebagai kostum pekerja dan dua lembar kwitansi hotel tertanggal 19 Agustus 2020. Para perempuan yang bekerja di tempat karaoke bertarif tinggi itu berasal dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. (ant)



Apa Pendapatmu?