Alexa Metrics

Positif, Tiga WN Filipina Diisolasi di RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang

Positif, Tiga WN Filipina Diisolasi di RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang Ilustrasi: Tim medis yang bertugas menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Galang, Batam. (Foto: ANTARA/Nikolas Panama/am)

indopos.co.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Kepulauan Riau mencatat tiga warga Filipina terpapar Virus Corona. Ketiga pasien itu, telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi merinci, pasien terdiri dari kasus 417, perempuan berusia 57 tahun. Kemudian kasus 418, dan 419, lelaki berusia 44 tahun, dan 30 tahun. Ketiga pasien berdomisili di Kecamatan Batam Kota.

Para pasien menjalani tes usap Covid-19 secara mandiri di Klinik Husadatama Batam pada 14 Agustus 2020, guna keperluan pekerjaan. ”Dan, sejauh ini kondisi pasien dalam keadaan stabil,” tutur Rudi.

Tercatat ada tambahan 11 orang positif dan lima sembuh dari paparan Virus Corona. Tiga dari 11 orang positif, di antaranya anggota Polri, tiga orang warga negara Filipina, dua orang ibu rumah tangga dan masing-masing seorang pelajar, karyawan swasta, dan wirausaha.

Kasus 409, 412, dan 413 adalah anggota Polri. Masing-masing berusia 27 tahun, 20 tahun, dan 21 tahun. Ketiga pasien melakukan pemeriksaan PCR secara mandiri pada 15 Agustus 2020. Ketiganya dalam kondisi stabil.

Kemudian, kasus 410 dan 411 pelajar 9 tahun dan ibunya 42 tahun. Keduanya menjalani tes usap PCR terkait kontak erat dengan ayah dan suaminya, terkonfirmasi positif 373. Keduanya juga dalam kondisi stabil. Kasus 414 karyawan swasta 56 tahun mengeluhkan nyeri punggung bagian atas dan nyeri ulu hati disertai demam.

Kasus 415 lelaki 65 tahun mengeluhkan sesak nafas. ”Perlu diketahui sejak dilakukan perawatan secara intensif kondisi bersangkutan terpantau terus menurun. Akhirnya pada 18 Agustus 2020 dinyatakan meninggal dunia,” tegas pernyataan gugus tugas.

Kasus 416 ibu rumah tangga mengeluh demam disertai sakit kepala. Kemudian lima orang dinyatakan sembuh dan discarded yaitu seorang anggota Polri 49 tahun, dua orang pekerja swasta masing-masing berusia 29 tahun dan 24 tahun, seorang ASN 27 tahun, dan seorang ibu rumah tangga 27 tahun.

Rudi menyebut berdasar penyelidikan epidemiologi, masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 berkaitan dengan berbagai klaster. Baik kasus baru terjadi dari transmisi lokal dan impor. ”Itu mengingat masih banyak ditemui masyarakat belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan pemerintah untuk menekan laju kasus Covid-19,” tegas Rudi.

 Larang Warga Liburan Akhir Pekan

Sementara Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT melarang warga berpergian ke luar kota. Larangan berlaku sepanjang liburan akhir pekan ini. Itu penting untuk mencegah persebaran Covid-19.

Surat edaran diterbitkan 18 Agustus 2020 itu, untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19. ”Surat edaran itu berlaku untuk seluruh instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat Kota Pekanbaru,” tutur Firdaus, di Pekanbaru, Kamis (20/8).

Menghadapi situasi pandemi, pada liburan panjang seluruh masyarakat Kota Pekanbaru dilarang berpergian ke luar kota. Untuk mengendalikan penularan Covid-19, pemerintah kota sebelumnya mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 130 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Wali Kota Nomor 104 Tahun 2020 tentang Perilaku Hidup Baru Masyarakat Produktif dan Aman Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Aturan itu, mencakup penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Virus Corona penyebab Covid-19, dan sanksi bagi warga terbukti melakukan pelanggaran. ”Diminta seluruh camat/lurah dan RT/RW untuk mengimbau masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ucap Firdaus.

Menurut data Dinas Kesehatan Pekanbaru, per 19 Agustus 2020 petang jumlah akumulatif pasien Covid-19 Kota Pekanbaru 361 orang. Rincian 189 orang sembuh, enam orang meninggal dunia, dan 166 orang masih dirawat. (ant)



Apa Pendapatmu?