Alexa Metrics

Jalur KA Segera Dibangun di Kalimantan-Sulawesi

Jalur KA Segera Dibangun di Kalimantan-Sulawesi Pekerja memasang bantalan rel pada proyek pengerjaan reaktivasi jalur kereta Cianjur-Padalarang di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (10/12/2018) (foto: ANTARA)

Indopos.co.id-Pemerintah berencana membangun jaringan rel kereta di Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Alasan pengembangan jaringan kereta ini, sebab moda transportasi berbasis kereta dapat menghemat Rp 40 triliun dari biaya operasi kendaraan bermotor (ranmor) secara nasional, dan Rp 60 triliun untuk waktu perjalanan.

Hal tersebut disampaikan Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam webinar di Jakarta. Ia menambahkan, nilai penghematan sebesar itu setara dengan empat persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabodetabek. Ia juga mengatakan, penggunaan transportasi masal juga akan mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan. Sebab dari data dari PT KAI Commuterline Indonesia (PT KCI), sepanjang tahun 2019 ada 336 juta penumpang dari dan menuju Jakarta ke dan dari wilayah sekitar Jakarta.

Selain transportasi berbasis kereta, Luhut juga menegaskan komitmen pemerintah membangun transportasi darat di seluruh Indonesia tampak pada pembangunan tol di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan di Bali maupun.

Dituturkannya, sesuai studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi  Universitas Indonesia (LPEM UI) disebutkan kenaikan stok jalan sebesar 1 persen akan menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,8 persen. Karena itu, pemerintah memandang penting pembangunan infrastruktur jalan baik dalam bentuk investasi pemerintah maupun investasi swasta dalam proyek Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).  ”Selain itu, konektivitas jalan, termasuk jalan tol merupakan sebuah komponen penting dalam mendorong transformasi ekonomi menuju sektor manufaktur dan jasa,” ujar Luhut.

Selain itu, Luhut juga menekankan perlunya perhatian terhadap perkembangan industri E-commerce. Merujuk data BPS pada tahun 2019, industri E-commerce di Indonesia meningkat  17 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Total jumlah usaha E-commerce mencapai 26,2 juta unit.

Sepanjang tahun 2018 saja, tercatat nilai transaksi sebesar Rp 17,21 triliun dengan jumlah 24.821.916 transaksi. Dari angka tersebut terdapat 19,66 persen yang menggunakan jasa kurir online berbasis aplikasi. Jumlah tersebut, kata Menko Luhut, merefleksikan kebutuhan yang terus meningkat dalam jasa transportasi online.

Berdasarkan data-data tersebut, Luhut menyimpulkan bahwa sektor transportasi darat adalah elemen yang penting dalam pengembangan konektivitas nasional dan mempunyai kontribusi yang signifikan di dalam pembangunan nasional.

”Pengembangan di sektor ini akan memberikan multiplier effects ke berbagai sektor yang pada akhirnya akan men-generate perkembangan ekonomi nasional. Dan konektivitas pada seluruh sektor darat, laut, dan udara yang terintegrasi akan membantu di dalam upaya pemerataan perekonomian nasional bagi negara besar seperti Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.504 pulau,” pungkasnya. (ind)



Apa Pendapatmu?