Lomba Ini Mampu Tumbuhkan Ketahanan Keluarga untuk Membaca

indopos.co.id – Budaya literasi membaca masyarakat Indonesia masih rendah. Salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya literasi membaca dimulai dari keluarga. Pernyataan ini diungkapkan oleh Pimpinan Redaksi Mata Air Astri Katrini Alafta dalam acara lomba membaca “Semua Membaca Kehidupan Rasulullah” secara virtual di Jakarta, Sabtu (22/8/2020).

Menurut Astri, peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan budaya literasi membaca. Ketahanan keluarga untuk membaca menjadi motivasi anak untuk membaca. “Kenapa budaya literasi membaca kita rendah? Ya salah satunya karena kurangnya motivasi membaca. Dengan ketahanan keluarga untuk membaca, bisa menguatkan lagi motivasi anak untuk membaca,” katanya.

Baca Juga :

Ia menuturkan, sejak dahulu literasi membaca masyarakat Indonesia sangat tinggi. Terbukti banyak tokoh besar Indonesia sangat gemar membaca, seperti: Soekarno, R Kartono, RA Kartini, KH Agus Salim, Buya Hamka dan lainnya.

Bahkan, serat menak yang tersimpan di negara Inggris merupakan peninggalan sejarah Indonesia. Serat yang berisi ribuan halaman tersebut dibawa ke Inggris oleh Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles saat menguasai Indonesia.

“Artinya sejak dulu masyarakat Indonesia itu suka membaca dan menulis. Serat menak ini bukti budaya literasi membaca masyarakat dahulu sangat tinggi,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Panitia Lomba Membaca “Semua Membaca Kehidupan Rasulullah” Tegar R Ramadhan. Ia mengatakan, lomba membaca digelar untuk membudayakan membaca di masyarakat. Lomba yang digelar Majalah Mata Air ini didedikasikan untuk menyambut datangnya bulan kelahiran Sang Nabi (Rabiul Awal) pada Oktober mendatang.

Baca Juga :

Gaet Wisatawan, Kampanye Bali I Miss U

“Selain mengajak masyarakat Indonesia untuk membaca, kami ingin peserta bisa meneladani kehidupan insan kebanggaan alam semesta alam, yakni Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program “Semua Membaca Kehidupan Rasulullah” dilakukan secara online (daring). Sehingga, para peserta bisa melakukan dimana saja. Tegar menambah, program ini dikemas seperti keluarga. Sehingga memudahkan peserta melakukan diskusi sembari berkumpul bersama keluarga.

Menurut Tegar, ada beberapa tahapan dalam program “Semua Membaca Kehidupan Rasulullah” ini. Di antaranya: tahap pendaftaran pada 17 Agustus – 06 September, tahap membaca buku pada 07 September – 24 Oktober, tahap seminar pada 12 dan 26 September, 10 dan 24 Oktober serta tahap ujian online pada 25 Oktober nanti.

“Untuk pengumuman juara pada 1 November bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi,” katanya.

Ia mengatakan, peserta bisa melakukan pendaftaran di website Majalah Mata Air, tepatnya di link https://majalahmataair.com/semua-membaca-rasul/. Panitia menargetkan jumlah peserta yang terlibat hingga 10 ribu orang.

Menurut Tegar, peserta bisa memilih dua buku yang diujikan. Yakni buku Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Alam Semesta Jilid 1 karya Muhammad Fethullah Gulen, dapat dibeli di: https://bit.ly/cahaya-abadi dan buku Sirah Nabawiyah karya Syekh Shafiyurrahman al Mubarakfuri, dapat dibeli di: https://bit.ly/siroh-nabi.

“Total hadiah ada Rp60 juta untuk 30 pemenang. Penilaian dari skor quiz dan ujian. Soal ujian dalam bentuk pilihan. Apabila ada kesamaan nilai, maka kecepatan menjawab menjadi penentu,” bebernya.
(mdo)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.