Alexa Metrics

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, Suka Menyamar, Bikin Anak Buah Pangling

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, Suka Menyamar, Bikin Anak Buah Pangling Isnawa Adji

indopos.co.id – Penanganan COVID-19 membutuhkan kesigapan para pejabat. Selain dibutuhkan peranan maksimal dari masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona. Di gedung bertingkat kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, INDOPOS menjumpai Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, beberapa waktu lalu.

Sekadar ngobrol ringan. Perbincangan dengan Isnawa dimulai terkait upaya dirinya bersentuhan langsung ke warga saat pandemi COVID-19 masih melanda, khususnya di wilayah Jakarta Selatan. Isnawa pernah mengecek rapid test Aparatur Sipil Negara (ASN) karena dirinya yang juga selaku ketua Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Jakarta Selatan.

Duduk perlahan di sofa empuk, Isnawa yang genap berusia 48 tahun itu menceritakan, merupakan anak keturunan Jawa yang besar di Jakarta. Bapak asli Cianjur, Jawa Barat, namun besar di Yogyakarta. Sedangkan ibunya adalah seorang guru asal Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah. Kedua orangtuanya pindah ke Jakarta pada 1960-an. Di Jakarta, bersama keluarga bermukim di kawasan Tebet.

Hingga ibunda tercinta pernah menjadi kepala Sekolah di Kebon Baru dan Manggarai, Tebet, selalu mendoakan semua anaknya sukses. Belum lama ini, Isnawa Adji berduka. Ayahanda tercinta menutup usia, lebih dahulu dipanggil Allah SWT.

“Bapak saya meninggal dunia di usia 85 tahun. Alm. H. Soetardi pernah 30 tahun menjadi ketua RT di Tebet Timur. Suka melukis dan alm. ayah saya seorang pensiunan Departemen Perindustrian,” tutur dia bercerita.

Seraya tak ingin terbawa kembali dalam suasana duka, anak ke 8 dari 10 bersaudara itu kembali bercerita. Banyak suka duka sebelum dirinya benar-benar berada di pucuk pimpinan. Banyak cerita, lika-liku menarik dan lucu yang menjadi kenangan dalam hidupnya selama ini. Alumni STPDN itu kembali bertutur bahwa dia yang pernah menjadi kasubag termuda di usia 27 tahun, kala itu.

Dirinya juga tidak pernah menyangka ketika itu mengawali karir menjadi kasubag hingga dalam karirnya cepat melesat hingga menjadi camat Tambora, Jakarta Barat. Isnawa bersemangat menceritakan perjalanan hidup dirinya, bahkan sampai bangkit berdiri sejenak dari duduknya hingga duduk kembali di sofa hitam itu.

Ketika menjabat sebagai camat Tambora di 2011 – 2013, dirinya mengingat betul pernah mau dipacul oleh warga tak dikenalnya. Hal disebabkan salah masuk gang ketika ingin mengecek penertiban sengketa tanah. Beruntung dirinya dapat terlepas dari warga yang sedang emosi ketika itu. Isnawa pun cepat berbaur dengan aparat kepolisian yang berpakaian preman.

“Kan gak lucu nanti muncul di berita seorang camat kepalanya dipacul sama warga,” imbuh dia mengenang sambil memegangi kepalanya.

Perjalanan karir Isnawa Adji memang bisa dibilang cukup melesat, meski pernah mendapat omelan dari atasannya, ketika Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta dan Basuki Thahja Purnama disapa Ahok sebagai wakil gubernur, di masa itu.

“Pernah lagi sakit gigi ditelpon jika Pak Gubernur mau cek ke lokasi kebakaran, yang tadinya lagi sakit gigi langsung sembuh,” tutur dia sambil memegangi rahang bagian bawahnya.

Isnawa juga pernah menjabat wakil camat di usia 38, camat di usia 40, wakadis Lingkungan Hidup (LH) di usia 42, kepala Dinas LH di usia 44. Ia menceritakan, saat menjadi kadis LH, suka menyamar . Di antaranya ketika mengecek Kali Item di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Saya kan suka menyamar, jadi saya cek lah itu Kali Item,” kata pria yang ingin Jakarta selalu bersih dipandang mata ini. Dalam penymarannya, Isnawa mengenakan sepatu karet dan berpakaian orange seperti petugas harian saat ingin mengecek pasukannya bersih-bersih di Kali Item Kemayoran, Jakarta Pusat. Anak buahnya saat itu tidak mengenali dia.

“Oleh anak buah yang tidak mengenali saya sedang menyamar saat itu, saya dipanggil suruh turun ke bawah, diteriaki ‘Oi… Gue baru liat Lo anak baru yah… cepetan turun ke bawah’,” unkap dia mengikuti ucapan anak buahnya masa itu.

“Ya kan licin juga turun dari atas ke bawah, kalau tidak hati-hati bisa nyeplos langsung ke kali,” imbuh dia sambil tertawa terbahak-bahak.

Namun ketika bersih-bersih dekat sekitar Kali Item, Kepala Pengawas melintas ke lokasi menegur Isnawa.

“Saya langsung ditegur si anak buah, eh anak baru lo kenal sama atasan gue,” kata Isnawa menirukan ucapan eks anak buahnya saat itu. Seraya dijawab “Iya Bang,” akunya.

Kemudian oleh si anak buah yang masih tidak mengenalinya itu, Isnawa diberikan alat serokan untuk membersihkan dan mengangkut sampah di Kali Item ketika itu. “Ini kan alat (serokan) yang kemarin saya tandatangani,” kata dia tertawa umpatan dalam hatinya.

Usai bersih-bersih kali, Isnawa naik ke atas dan langsung menuju warung untuk makan mie ayam bersama-sama pasukan orange lainnya. Kala itu, kepada dirinya kepala Pengawas dengan logat betawi mengucapkan rasa terimakasih karena sudah dikunjungi oleh dirinya. Akan tetapi si anak buah tadi yang masih belum tahu jati diri Isnawa dan pada akhirnya mengetahui bahwa dirinya adalah kepala Dinas LH DKI (semasa menjabat dulu).

“Sontak anak buah saya malu dan meminta maaf karena sudah menyuruh-nyuruh saya ketika itu,” tutur dia sambil tertawa jika mengingat masa itu.

Pengalaman lainnya ketika menjadi kadis LH DKI yang sangat disyukurinya ketika ada dermawan yang menyumbang memberikan beras karungan kepada anak buahnya. Dia pun menyamar di lapangan mengecek kepada Ibu-Ibu penyapu jalanan yang mendapatkan beras karungan itu. Ketika ibu penyapu jalanan itu mengaku sangat senang mendapatkan beras.

“Ini baru kali ini dapat beras bagus dari kantor pusat, akan dibawa ke kampung ini juga,” cerita Isnawa mengikuti ucapan ibu penyapu jalanan selaku pasukan orange itu.

Kini, selaku ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jakarta Selatan, dia tak segan berpesan kepada warga agar selalu mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Ia mengatakan, tak melulu selalu diliputi kegiatan yang memang sudah padat.

Namun jika sedang santai, dirinya menuangkan hobinya dengan bersepeda, main badminton, “Baca buku juga suka hahaha…,” seloroh Isnawa.

Menurut dia, untuk menjadi seorang pemimpin itu haruslah tegas dan bijaksana. Termasuk selalu mengikuti perkembangan zaman, mengikuti perkembangan teknologi. Harus dapat berinovasi dan memiliki ide-ide gagasan cemerlang yang bagus yang bermanfaat bagi khalayak banyak.

Seperti halnya dalam memerangi wabah COVID – 19 ini, Pemkot Jakarta Selatan juga memberikan piagam penghargaan kepada RW 01, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, yang berhasil mempertahankan lingkungannya sebagai kawasan zona hijau COVID-19.

Pemberian piagam ini sebagai apresiasi karena warga RW 01 tidak ada yang terpapar Virus Corona. “Kita sangat mengapresiasi upaya RW dan tim gugus tugas yang berhasil pertahankan zona hijau dan tidak ada kasus Covid,” tutur Isnawa Adji menyempatkan memberikan piagam penghargaan kepada Ketua RW 01 Kuningan Barat, Rabu (19/8/2020) malam.

Pemberian penghargaan yang digelar di kantor Kelurahan Kebon Baru itu, Isnawa didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Sayid Ali dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Muklisin. Isnawa menuturkan, kunci keberhasilan RW 01 bebas dari kasus COVID-19 karena warga disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan program 3M yakni, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selain itu, para pengurus RT/RW bersama warga rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungannya.

“Mereka juga siapkan rumah isolasi mandiri dan menjaga portal akses keluar masuk lingkungan selama 24 jam,” kata Isnawa.

Isnawa menilai, pencapaian keberhasilan ini karena adanya kolaborasi dari semua pihak untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona. Selama ini, gugus tugas dan pengurus RT/RW rutin melakukan zoom meeting dalam rangka pengawasan PSBB di tengah masyarakat.

“Koordinasi pengurus RT/ RW dan gugus tugas serta pihak puskesmas berjalan dengan baik. Mereka memantau kesehatan warga yang sudah usia lanjut. Kita berharap ini bisa dicontoh RW lainnya,” tandas Isnawa.

Belum lama ini, Pemkot Jakarta Selatan juga menggagas dan mengusulkan aspal dilokasi tapal kuda U-turn Lenteng Agung dengan menggunakan aspal limbah plastik.

“Di Cirebon sudah ya menggunakan aspal limbah plastik ini,” kata dia.

Namun demikian, sambung Isnawa, hal tersebut belum ditindaklanjuti oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, belum menindaklanjuti usulan itu lantaran harus dibahas bersama vendor untuk mengetahui kondisi dan kekuatan aspal tersebut.

“Rencana akan dipresentasikan melalui dinas dulu,” tutup dia singkat. (ibl)



Apa Pendapatmu?