Alexa Metrics

BPJAMSOSTEK Slipi Cek Kasus Kecelakaan Kerja Karyawan PT Pelni

BPJAMSOSTEK Slipi Cek Kasus Kecelakaan Kerja Karyawan PT Pelni MANFAAT- Ilustrasi Kantor Pusat BPJAMSOSTEK Jakarta. FOTO:IST

indopos.co.id – Dalam rangka meningkatkan pelayanan prima kepada peserta, Kantor Cabang BPJAMSOSTEK (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) Jakarta Slipi mengunjungi PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) Kantor Cabang Semarang, Jawa Tengah. Salah satu tujuannya guna mengecek kasus kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggal dunia Perwira Radio 1 KM (kapal motor) Umsini Alfred James Donald Koreh.

Dalam kunjungan tersebut Penata Madya Pelayanan BPJAMSOSTEK Jakarta Cabang Slipi Sayoko Adi Nugroho yang didampingi Manager Kasus Kecelakaan Kerja dan PAK BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Pluit Hadi Pratikno bertemu langsung dengan perwakilan PT Pelni yaitu Titis dan Budi Sulistio

Budi Sulistio mengatakan, Almarhum Alfred James Donald Koreh ditemukan dengan kondisi tidak sadarkan diri di tempat tidur dek KM Umsini pada 5 April 2020 pukul 16.40 WIB. Kemudian dari tim dokter KM. Umsini langsung menghubungi tim dokter dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) guna melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap jenazah. Tim dokter juga mengecek suhu tubuh kepada seluruh kru KM Umsini. ”Hasil investigasi dan verifikasi Tim Dokter KKP bahwa jenazah meninggal bukan karena penyakit menular tetapi karena penyakit kardiovaskuler (jantung),” ucap Budi Sulistio.

Penata Madya Pelayanan BPJAMSOSTEK Jakarta Cabang Slipi Sayoko Adi Nugroho mengatakan almarhum meninggal sedang dalam posisi bekerja dan masih di dalam ruang lingkup pekerjaan. ”Maka almarhum dinyatakan meninggal karena kecelakaan kerja dan berhak atas santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK),” ujar Sayoko.

Sementara itu di tempat terpisah Kepala Kantor Cabang Jakarta Slipi Suhedi, mengatakan kegiatan pengecekan langsung perlu dilakukan guna memastikan kronologis kematian yang di alami oleh almarhum. ”Sehingga bisa jelas didapatkan fakta apakah kasus peserta termasuk ke dalam meninggal karena kecelakaan kerja atau meninggal biasa,” ujarnya, di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Hal tersebut sangatlah penting karena terkait nilai santunan yang nanti akan diberikan kepada ahli waris peserta. Jika meninggal biasa maka akan mendapatkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 42 juta. ”Namun jika meninggal karena kecelakaan kerja maka ahli waris berhak mendapatkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 48 kali upah yang dilaporkan ke BPJAMSOSTEK,” ucap Suhedi.(dni/mdo)



Apa Pendapatmu?