Alexa Metrics

Ekonomi, Faktor Utama Perceraian di Tengah Pandemi

Ekonomi, Faktor Utama Perceraian di Tengah Pandemi Sejumlah warga mengurus perceraian di Pengadilan Agama. (Foto: ANTARA/Arief Priyono/Koz/mes/aa)

indopos.co.id – Permasalahan perekonomian menjadi faktor utama penyebab perceraian di tengah pandemi Covid-19 Kota Jambi. ”Keadaan ekonomi masih menjadi faktor utama dalam proses gugatan perceraian masuk Pengadilan Agama (PA) Jambi,” tutur Panitera PA Jambi Rusdi, di Jambi, Minggu (23/8).

Selain faktor ekonomi, faktor hukum dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga menjadi penyebab terjadinya perceraian di daerah itu. Namun, permasalahan ekonomi menjadi penyebab tertinggi.

Hingga Agustus 2020, terdapat 308 gugatan cerai di PA Jambi dan 112 permohonan cerai. Jumlah kasus perceraian tersebut menurun tujuh persen dari kasus perceraian pada tahun 2019. Pada 2019 total kasus perceraian di daerah itu mencapai 1.409 perkara, baik gugatan maupun permohonan.

Dijelaskan Rusdi, di tengah pandemi Covid-19 pendapatan warga berkurang sehingga bermasalah terhadap perekonomian rumah tangga. Dengan begitu, seorang istri menggugat cerai ke kantor pengadilan agama.

Selain itu, untuk masalah hukum didominasi kasus seorang suami terjerat kasus pencurian dan penyalahgunaan narkotika sehingga tidak bisa memberi nafkah istri karena menjalani masa tahanan. ”Gugatan cerai di tahun 2020 ini menurun juga disebabkan oleh jam layanan yang di batasi selama pandemi Covid-19,” beber Rusdi.

Untuk kecamatan di Kota Jambi, warga di Kecamatan Paal Merah, Kecamatan Alam Barajo, dan Kecamatan Kota Baru mendominasi kasus perceraian di daerah tersebut.

PA di daerah itu berharap pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dapat memberikan penyuluhan terkait masalah perkawinan agar tidak terjadi perceraian di tengah tengah masyarakat. (ant)



Apa Pendapatmu?